Kebakaran Gedung di Hongkong
79 WNI Masih Dicari Setelah Kebakaran Hong Kong, Kemlu Kerahkan Tim Lapangan
Masih ada 79 WNI yang belum bisa dikonfirmasi keberadaan maupun kondisinya pascakebakaran besar di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 79 WNI belum bisa dikonfirmasi keberadaan maupun kondisinya pascakebakaran besar di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.
- KJRI Hong Kong telah mengerahkan tim lapangan untuk melakukan identifikasi, pendataan, dan penelusuran langsung di titik-titik pengungsian.
- Menurut laporan Kemlu, kebakaran yang melanda tujuh gedung apartemen itu telah menewaskan 128 orang, termasuk 7 WNI yang seluruhnya adalah PMI sektor domestik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan saat ini masih ada 79 WNI yang belum bisa dikonfirmasi keberadaan maupun kondisinya pascakebakaran besar di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.
“Dari total sekitar 140 WNI/PMI yang bekerja di kawasan tersebut, sebanyak 61 orang sudah berhasil dikonfirmasi kondisinya. Sementara 79 lainnya masih terus diverifikasi keberadaan dan kondisinya,” ujar Yvonne dalam keterangannya, Jumat (28/11/2025).
Yvonne menegaskan, KJRI Hong Kong telah mengerahkan tim lapangan sejak Kamis pagi untuk melakukan identifikasi, pendataan, dan penelusuran langsung di titik-titik pengungsian.
“Tim kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi WNI terdampak, memverifikasi data, serta mendistribusikan bantuan logistik di lokasi-lokasi yang sudah diizinkan otoritas setempat,” jelasnya.
Menurut laporan Kemlu, kebakaran yang melanda tujuh gedung apartemen itu telah menewaskan 128 orang, termasuk 7 WNI yang seluruhnya adalah PMI sektor domestik.
Satu WNI lainnya masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil.
Baca juga: Teori Penyebab Kebakaran Apartemen di Hong Kong: Penggunaan Perancah Bambu hingga Rokok Pekerja
Selain posko darurat di gedung KJRI Hong Kong, Kemlu telah membuka posko tambahan di Tai Po Community guna mempercepat identifikasi dan memfasilitasi bantuan awal, termasuk pengurusan dokumen bagi WNI yang kehilangan paspor.
“Kami juga menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia di Hong Kong untuk mempercepat pencarian dan memastikan semua WNI terdata dengan baik,” jelasnya.
Pemerintah Hong Kong masih menyelidiki penyebab kebakaran. Hingga kini, 11 orang telah ditahan sebagai tersangka dengan tuduhan manslaughter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kebakaran-Apartemen-di-Hong-Kong-44-Orang-Tewas_20251127_134038.jpg)