Dianggap Aman oleh Polisi, Senjata Meledak Saat Dicek Karyawan Toko
Pistol yang disangka mainan meledak di toko Ehime, Jepang. Polisi sebelumnya sempat dimintai pendapat namun tidak meneliti senjata tersebut
Ringkasan Berita:
- Pistol yang dikira mainan meledak di sebuah toko di Matsuyama, Ehime, saat diperiksa karyawan.
- Senjata tersebut sebelumnya pernah dikonsultasikan ke polisi, namun tidak diperiksa sehingga empat unit kemudian diakui sebagai pistol asli.
- Kerabat pemilik kini diperiksa atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Senjata Api dan prosedur penanganan polisi akan diperketat.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sebuah insiden terjadi pada Mei lalu di Kota Matsuyama, Prefektur Ehime, Jepang.
Sebuah pistol meledak saat seorang karyawan toko memeriksanya karena disangka senjata mainan.
“Saya mengira ini hanya senjata model yang dibeli pelanggan. Saat sedang dibersihkan, tiba-tiba peluru meledak,” ujar petugas toko seperti dikutip kepolisian.
Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Menurut pihak kepolisian, pelanggan yang membawa pistol itu datang ke toko bersama lebih dari 10 senjata lain.
Senjata-senjata tersebut sebelumnya telah dibawa ke Kantor Polisi Matsuyama Minami sekitar 10 hari sebelum kejadian untuk berkonsultasi, setelah ditemukan saat memilah barang peninggalan kerabat yang meninggal.
Baca juga: Taiwan Bikin Sejarah, Belanja Senjata AS Gila-gilaan untuk Hadapi Ancaman China
Namun, petugas saat itu hanya memberikan jawaban lisan bahwa semuanya tampak aman tanpa melakukan pemeriksaan mendalam atau mencatat laporan.
Polisi belum dapat memastikan apakah pistol yang meledak merupakan salah satu dari senjata yang pernah ditanyakan ke kantor polisi.
Setelah penyelidikan pascainsiden, empat senjata termasuk yang meledak dipastikan merupakan pistol asli.
Dokumen resmi telah dikirim kepada kerabat pemilik karena diduga melanggar Undang-Undang Senjata Api dan Pisau per 28 November.
Markas Besar Kepolisian Prefektur Ehime menyatakan akan memperketat prosedur dan penilaian terhadap senjata yang masuk agar kejadian serupa tidak terulang.
Diskusi beasiswa di Jepang terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis. Bagi yang berminat dapat mengirim nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke email: tkyjepang@gmail.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Markas-besar-kepolisian-Ehime-Jepang12.jpg)