Mengenal 'Golden Triangle', Tempat Beroperasi Gembong Narkoba Dewi Astutik yang Dicokok BNN
Golden Triangle atau segitiga emas adalah perbatasan Thailand, Myanmar dan Laos. Pertemuan tiga negara ini berada di Sungai Mekong serta Sungai Ruak..
Ringkasan Berita:
- Segitiga emas menawarkan berbagai kegiatan menarik, seperti perjalanan perahu di Sungai Mekong yang menakjubkan, serta tur sepeda dan sepeda motor keliling wilayah tersebut.
- Selain itu, Huay Xai, ibu kota provinsi Bokeo di Laos, adalah tempat yang kaya dengan budaya, terkenal dengan Kuil Jom Khao Manilat yang bersejarah.
- Ada juga Mae Sai, kota pasar yang ramai yang berada di sepanjang perbatasan Myanmar, serta Doi Mae Salong
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja serta BAIS TNI berhasil mencokok Dewi Astutik alias Mami, buronan gembong narkotika yang menyelundupkan dua ton sabu jaringan Golden Triangle. Dewi Astutik ditangkap di kawasan Sihanoukville, Kamboja. Dewi Astutik biasa beroperasi di kawasan Golden Triangle.
Baca juga: Polisi Tangkap Pria Simpan Narkoba hingga Senpi Ilegal dalam Apartemen di Tangerang
Seusai diamankan, Dewi Astutik dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antar otoritas. Setiba di Indonesia, Dewi Astutik akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara.
Jejaring ini diketahui beraktivitas dalam pengambilan dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, menuju Asia Timur dan Asia Tenggara.
Dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025) operasi senyap lintas negara ini dipimpin oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan atas perintah dari Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Pencarian terhadap Dewi Astutik dilakukan secara terus menerus melalui tim khusus operasi pengejaran buronan internasional.
Lalu apakah kawasan Golden Triangle tersebut?
Golden Triangle atau segitiga emas merupakan perbatasan Thailand, Myanmar dan Laos. Pertemuan antara tiga negara ini berada di Sungai Mekong dan Sungai Ruak.
Istilah Segitiga Emas yang pertama kali diciptakan pada tahun 1971 oleh Asisten Menteri Luar Neger AS, Marshall Green. Secara geografis segitiga emas dikenal sebagai salah satu pusat utama produksi opium dan heroin di dunia.
Kawasan tersebut bahkan menjadi pemasok sekitar 60 persen stok opium dan heroin dunia. Total profit dari kawasan tersebut tembus 160 miliar dolar AS per tahun.
Sebagian besar produksi narkotika ini berasal dari Myanmar yang juga dikenal penghasil opium terbesar kedua setelah Afghanistan.
Dilansir dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), segitiga emas telah menjadi jalur perdagangan narkoba yang sangat besar. Kawasan ini berfungsi sebagai koridor utama produuksi dan perdagangan opium, heroin, dan bahkan narkoba sintetis seperti metamfetamin yang menyebar ke seluruh Asia Pasifik.
Berdasarkan laporan UNODC dalam Southeast Asia Opium Survey 2023, Myanmar saat ini memiliki sekitar 47.000 hektar ladang opium, yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Setiap hektarnya dapat menghasilkan antara 9,5 hingga 15,9 kilogram opium. Angka ini menunjukkan betapa besar produksi opium di negara tersebut, menjadikannya salah satu pusat utama dalam pasar narkoba global.
Baca juga: Dewi Astutik Ternyata Bos Kurir Narkoba Golden Triangle, BNN: Lebih dari 110 WNI Jadi Anak Buahnya
Selain dikenal sebagai kawasan yang lekat dengan narkotika Golden Triangle juga sebagai lokasi wisata terkenal yakni Sop Ruak yang merupakan patung Buddha besar yang terletak di atas puncak bukit dan menghadap ke Sungai Mekong.
Kota-kota lainnya di sekitar segitiga emas juga menawarkan berbagai daya tarik, seperti Chiang Saen, sebuah kota yang tenang di tepi Sungai Mekong yang terkenal dengan reruntuhan kuil Buddha kuno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mengenal-Golden-Triangle-Jaringan-Narkoba-Terbesar-se-ASEAN-Jadi-Pemasok-Asia-Timur.jpg)