Laris Manis, Makanan Halal Taufik di Aichi Jadi Andalan Warga Indonesia di Jepang
Pandemi justru membawa berkah bagi Taufik, penjual makanan halal keliling di Aichi. Pelanggan melonjak dan bisnisnya kini terus berkembang
Ringkasan Berita:
- Pandemi corona justru menjadi berkah bagi Taufik Hidayat yang kini memiliki lebih dari 400 pelanggan melalui usaha makanan halal keliling dan toko halalnya di Aichi.
- Setelah bekerja di Jepang bertahun-tahun, ia fokus berwirausaha dengan menjual berbagai produk halal dan mengembangkan jaringan hingga Hokkaido.
- Bisnisnya terus berkembang, bahkan ia berencana menambah mobil keliling dan membuka lebih banyak cabang.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pandemi corona justru membawa berkah bagi Mokhamad Taufik Hidayat (52).
Melalui usaha makanan halal keliling dan toko halal miliknya di Prefektur Aichi, kini ia memiliki sedikitnya 400 pelanggan tetap.
“Alhamdulillah sejak menjalankan mobil keliling dengan produk halal Indonesia sejak 2019, justru saat corona konsumen saya semakin banyak,” ujar Taufik, Selasa (2/12/2025).
Taufik pertama kali datang ke Jepang pada 2000 sebagai jishusei di Fukuoka selama dua tahun, sebelum kembali ke Indonesia dan kemudian menetap lagi di Jepang pada 2004 bersama istrinya.
Setelah bekerja di sejumlah perusahaan Jepang hingga 2016, ia memutuskan fokus pada usaha mandiri untuk menghidupi tiga anaknya.
Selain berjualan dengan mobil keliling, Taufik membuka toko halal Sari Alam pada Oktober 2016.
Baca juga: Bukan Kota Tokyo, Ternyata Mayoritas WNI Tinggal di Prefektur Aichi Jepang
Produk yang ia jual beragam, mulai dari makanan ringan, mi instan, makanan jadi, bahan mentah seperti tepung, daging ayam, hingga pesanan khusus seperti daun pisang.
“Sekarang pemasok juga banyak, termasuk importir dari Indonesia maupun negara lain seperti Bangladesh. Tinggal mencari mana yang harga dan kualitasnya terbaik,” kata Taufik.
Mobil Toyota miliknya dimodifikasi khusus agar sisi kanan, kiri, dan belakang dapat dibuka untuk berjualan.
Modifikasi menghabiskan biaya sekitar 1,6 juta yen dan dikerjakan oleh sesama warga Indonesia di Nagoya.
Dengan perkembangan bisnis yang pesat, Taufik berencana membeli satu mobil keliling tambahan dengan modifikasi lebih canggih.
Ke depan, Taufik juga menargetkan membuka cabang toko halal kedua, ketiga, dan seterusnya.
Jaringannya kini meluas hingga Hokkaido melalui pengiriman paket makanan.
Ia dibantu istrinya serta dua pekerja paruh waktu, terutama karena akhir pekan menjadi hari tersibuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MTH1222.jpg)