Konflik Rusia Vs Ukraina
Kelima Kalinya, Ukraina Hajar Jaringan Pipa Minyak Druzhba: Pendapatan Rusia Anjlok
Ukraina telah mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia sejak musim panas untuk menggerogoti pendapatan minyak Moskow
Untuk Kelima Kalinya, Ukraina Hajar Jaringan Pipa Minyak Druzhba, Cuan Rusia Anjlok
TRIBUNNEWS.COM - Militer Ukraina dilaporkan menyerang jaringan pipa minyak Druzhba yang berada di dalam teritorial Rusia minggu ini.
Sumber intelijen militer di Kyiv mengatakan, Rabu (3/12/2025), menyebut kalau serangan ini menjadi serangan kelima pada rute pasokan utama minyak Rusia tersebut pada tahun ini.
Baca juga: Harga Mahal Penaklukkan Pokrovsk Bagi Rusia, Ukraina: 25 Ribu Serdadu Moskow Rontok!
"Serangan itu menargetkan bagian Taganrog-Lipetsk di wilayah Tambov tengah Rusia menggunakan alat peledak yang dikendalikan dari jarak jauh," menurut sumber intelijen militer Ukraina (HUR) yang berbicara kepada Reuters dan The Kyiv Independent.
Sebagai informasi, jaringan pipa ini merupakan pemasok bagi sejumlah negara Eropa.
Slowakia dan Hongaria terus bergantung pada cabang selatan Druzhba di bawah pengecualian sanksi sementara Uni Eropa yang diberikan ke Rusia setelah invasi skala penuh ke Ukraina.
Meskipun terjadi serangan, operator pipa Slovakia dan perusahaan energi Hungaria, MOL, melaporkan bahwa pasokan minyak mengalir normal pada Rabu.
Para pejabat Rusia belum memberikan komentar publik terkait ledakan yang dilaporkan tersebut.
Gerogoti Pendapatan Minyak Rusia
Ukraina telah mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia sejak musim panas untuk menggerogoti pendapatan minyak Moskow, sumber utama pendanaan perangnya.
Bulan November saja mencatat rekor setidaknya 14 serangan pesawat nirawak terhadap kilang minyak Rusia, menurut Bloomberg.
Sumber HUR mengatakan kepada Kyiv Independent bahwa serangan itu merupakan bagian dari pembalasan Ukraina terhadap serangan Rusia yang sedang berlangsung terhadap jaringan energinya.
"Jaringan minyak Rusia, sebagai sumber pendapatan utama negara agresor dan pembiayaan kompleks industri militer, akan terus meledak dan terbakar hingga musuh berhenti menyerang Ukraina," kata sumber tersebut.
Pendapatan Minyak dan Gas Rusia Turun 34 persen Tahun ke Tahun pada Bulan November
Pendapatan minyak dan gas Rusia turun tajam lagi pada bulan November, kata Kementerian Keuangan Rusia pada Rabu.
Hal ini menggarisbawahi soal meningkatnya tekanan pada anggaran federal dari kombinasi sanksi, harga minyak mentah yang lemah, dan rubel yang kuat.
Pemerintah mengumpulkan 530,9 miliar rubel ($6,8 miliar) dalam pajak minyak dan gas bulan lalu, turun 34?ri bulan yang sama tahun sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jaringan-minyak-Rusia-meledak.jpg)