Konflik Rusia Vs Ukraina
Macron Tepis Kabar Runtuhnya Kepercayaan Eropa Gara-gara Hubungan AS-Rusia
Presiden Prancis Macron menepis berita yang menyebut Eropa mengkhawatirkan sikap AS yang terlihat lunak ke Rusia dalam upaya perundingan damai.
"Kami sepakat bahwa waktu adalah hal yang penting mengingat situasi geopolitik saat ini," kata von der Leyen setelah pertemuan di Brussels.
Sementara itu, duta besar Moskow untuk Jerman Sergey Nechaev, memperingatkan Eropa bahwa rencana untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan akan memiliki berisiko besar.
"Setiap operasi dengan aset Rusia yang berdaulat tanpa persetujuan Rusia merupakan pencurian," klaim Sergey Nechaev, lapor Suspilne.
-
Chechnya Tuduh Ukraina Luncurkan Drone ke Wilayahnya
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan sebuah pesawat nirawak Ukraina menyerang dan merusak sebuah gedung tinggi di Grozny, ibu kota wilayah Chechnya selatan Rusia.
Chechnya yang merupakan bagian dari Federasi Rusia, berjanji akan membalas dalam waktu seminggu.
Ramzan Kadyrov mengatakan serangan pada hari Jumat kemarin tidak menimbulkan korban jiwa.
-
Abaikan Ancaman AS, Putin Pastikan Bisnis Minyak Rusia dan India Lancar
Dalam konferensi pers di India, Presiden Rusia Putin memberi tahu Perdana Menteri India, Narendra Modi, bahwa bisnis minyak Rusia dengan India tetap berjalan.
Pemimpin Kremlin menegaskan Rusia siap untuk melanjutkan pengiriman minyak tanpa gangguan ke India.
Pernyataan Putin menandakan sikap menantang terhadap AS setelah negara itu memperingatkan India agar mengurangi pembelian minyak Rusia yang disebut mendanai perang terhadap Ukraina.
Bersama Modi dalam KTT India-Rusia, Putin menegaskan kedekatan Rusia dengan India di tengah ancaman AS.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prancis-Emmanuel-Macron-Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-3434.jpg)