Konflik Rusia Vs Ukraina
Macron Tepis Kabar Runtuhnya Kepercayaan Eropa Gara-gara Hubungan AS-Rusia
Presiden Prancis Macron menepis berita yang menyebut Eropa mengkhawatirkan sikap AS yang terlihat lunak ke Rusia dalam upaya perundingan damai.
Situasi kembali memanas pada 24 Februari 2022.
Atas dalih melindungi warga etnis Rusia dan mencegah Ukraina bergabung dengan NATO, Moskow melancarkan invasi skala penuh—langkah yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional.
Ukraina berupaya mencari dukungan global, terutama dari Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO, untuk memperkuat pertahanan dan mempertahankan kedaulatannya.
Di tengah perang yang masih berlangsung, berikut rangkaian informasi terbaru mengenai perang Rusia–Ukraina.
-
Delegasi Ukraina Berunding dengan AS
Rombongan delegasi Ukraina menyelesaikan hari ketiga perundingan dengan tim Presiden Amerika Serikat (AS) di Miami pada Jumat (5/12/2025).
AS menyatakan kedua pihak sepakat kemajuan nyata akan bergantung pada kesediaan Rusia untuk mengakhiri perang.
Tim AS diwakili oleh Utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu presiden, Jared Kushner, yang berunding dengan negosiator senior Ukraina, Rustem Umerov, dan kepala staf angkatan bersenjata Kyiv, Andrii Hnatov.
"Kedua pihak sepakat bahwa kemajuan nyata menuju kesepakatan apa pun bergantung pada kesiapan Rusia untuk menunjukkan komitmen serius terhadap perdamaian jangka panjang, termasuk langkah-langkah menuju de-eskalasi dan penghentian pembunuhan," demikian ringkasan perundingan tersebut.
Keduanya sepakat mengenai perlunya pengaturan keamanan dan mempertahankan perdamaian.
Pembicaraan delegasi Ukraina dan AS terjadi setelah Steve Witkoff dan Jared Kushner bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin pada 2 Desember 2025.
Delegasi AS dan Putin bertemu untuk membahas rencana AS guna mengakhiri perang, namun presiden Rusia itu menolak sebagian proposal perdamaian.
-
Eropa Masih Cekcok Soal Aset Rusia yang Disita
Negara-negara Eropa masih belum satu suara untuk menggunakan aset Rusia yang disita di negara mereka untuk mendanai Ukraina.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengatakan mereka mengadakan pembicaraan sangat konstruktif dengan perdana menteri Belgia, Bart De Wever pada hari Jumat.
Belgia, tempat mayoritas aset Rusia disita, menolak rencana Uni Eropa untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk mendanai Ukraina.
Komisi Eropa dan sebagian besar negara Eropa lebih memilih "pinjaman reparasi" menggunakan aset Rusia tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prancis-Emmanuel-Macron-Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-3434.jpg)