Jumat, 9 Januari 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

India Abaikan Ancaman Trump, Pilih Lanjut Borong Minyak dan Energi Rusia

India abaikan ancaman Trump justru memperkuat kerja sama energi dengan Rusia, Impor minyak murah melonjak, hubungan ekonomi India–Moskow makin erat

Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti
PUTIN DAN MODI - Foto diambil dari Kantor Presiden Rusia, Kamis (31/7/2025), India abaikan ancaman Trump justru memperkuat kerja sama energi dengan Rusia, Impor minyak murah melonjak, hubungan ekonomi India–Moskow makin erat. 

Ringkasan Berita:
  • India abaikan tekanan Trump dan tetap memperluas kerja sama ekonomi dengan Rusia hingga 2030, termasuk pasokan minyak, gas, dan batu bara tanpa gangguan.
  • Impor minyak Rusia melonjak dari 2,5 persen menjadi 36 persen , membuat India menghemat sekitar USD 13 miliar dalam dua tahun pertama perang Ukraina.
  • Meski mengklaim netral, analis menilai India semakin condong ke Rusia karena kepentingan energi, ekonomi, dan kerja sama pertahanan jangka panjang.

TRIBUNNEWS.COM - India menegaskan sikap independennya di tengah tekanan keras dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Alih-alih mengikuti peringatan Presiden Trump untuk menghentikan hubungan dagang dengan Moskow, New Delhi justru menandatangani kesepakatan besar untuk memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Rusia hingga 2030.

Kesepakatan tersebut diumumkan setelah pertemuan tingkat tinggi antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin di New Delhi, Jumat (6/12/2025).

Dalam pernyataan bersama yang dikutip Daily Mail, India dan Rusia disebut menyepakati serangkaian kesepakatan strategis yang mencakup pertahanan, transportasi, dan kerja sama ekonomi jangka panjang.

Tak hanya itu dalam kesepakatan ini Rusia juga berkomitmen untuk melanjutkan pasokan minyak, gas, dan batu bara ke India tanpa gangguan.

Putin menegaskan bahwa Rusia akan “menjadi pemasok yang dapat diandalkan” bagi kebutuhan energi India, yang merupakan konsumen minyak mentah terbesar ketiga di dunia.

Melalui kesepakatan itu, nilai perdagangan India dan Rusia selama tahun fiskal 2024–2025 mencapai hampir 69 miliar dolar AS.

Lonjakan itu terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Sejak saat itu, porsi minyak Rusia dalam total impor minyak India naik tajam dari hanya 2,5 persen menjadi 36 persen.

Kenaikan impor tersebut lantas memberi keuntungan ekonomi signifikan bagi India.

Berdasarkan laporan lembaga pemeringkat ICRA, India berhasil menghemat sekitar 13 miliar dolar AS dalam biaya energi hanya dalam dua tahun pertama perang Ukraina akibat memanfaatkan harga minyak Rusia yang lebih murah.

Baca juga: Macron Tepis Kabar Runtuhnya Kepercayaan Eropa Gara-gara Hubungan AS-Rusia

Lebih lanjut, selain energi kedua negara juga menyepakati peningkatan kerja sama nuklir sipil, termasuk pembangunan lanjutan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir Kudankulam.

Rusia dan India juga membahas penguatan industri pertahanan melalui produksi bersama sejumlah sistem persenjataan.

India Pertahankan Sikap Netral

Meski berbagai indikator menunjukkan bahwa kebijakan New Delhi semakin condong ke Moskow.

Dalam pernyataan resminya, Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan bahwa negaranya berada di “pihak perdamaian” dan mendorong penyelesaian diplomatik atas konflik tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan bahwa Moskow tetap terbuka terhadap “solusi damai”, walaupun pertempuran di Ukraina masih berlangsung sengit di sejumlah front.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved