Konflik Rusia Vs Ukraina
Rudal Nuklir Oreshnik Rusia Keluar Kandang, Dikerahkan ke Belarus usai Rumah Putin Diserang Drone
Rusia resmi mengerahkan rudal hipersonik Oreshnik ke Belarus usai tudingan serangan drone ke rumah Putin, memicu kekhawatiran baru Eropa dan NATO.
Ringkasan Berita:
- Rusia resmi mengerahkan rudal hipersonik Oreshnik ke Belarus, ditandai rilis rekaman TASS yang menunjukkan sistem tersebut bergerak ke posisi operasional dan dinyatakan siap tempur oleh perwira senior Rusia.
- Penempatan Oreshnik dipandang sebagai respons strategis Moskow atas tudingan serangan drone ke kediaman Presiden Vladimir Putin.
- Eropa menilai langkah Rusia sebagai ancaman nyata, mendorong perlunya penguatan pertahanan mandiri menghadapi eskalasi konflik.
TRIBUNNEWS.COM - Rusia telah secara resmi menempatkan sistem rudal hipersonik Oreshnik di Belarus yang terletak di utara Ukraina.
Langkah ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi Eropa di tengah meningkatnya ketegangan terkait perang Rusia di Ukraina.
Dalam rekaman resmi yang dirilis Kantor berita negara Rusia TASS menunjukkan, sistem rudal hipersonik Oreshnik bergerak melalui jalan hutan menuju posisi operasional di wilayah Belarus.
Detail dalam rekaman juga menampilkan kegiatan persiapan yang tampak seperti latihan rutin dan pengintaian, termasuk kru yang mengecek sistem peluncur dan memindahkan komponen di bawah salju ringan, yang menunjukkan kondisi nyata di lapangan.
Seorang perwira senior Angkatan Darat Rusia yang muncul dalam rekaman tersebut menyatakan secara tegas bahwa unit Oreshnik telah secara resmi mulai bertugas operasional di wilayah Belarus.
Pernyataan ini menegaskan bahwa senjata tersebut bukan hanya dipamerkan, tetapi siap digunakan jika diperlukan.
Penempatan Oreshnik Perkuat Daya Gentar Rusia
Mengutip dari Al Jazeera, pengerahan rudal ini terjadi beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Ukraina melancarkan serangan drone terhadap kediaman Putin di Valdai.
Meski klaim tersebut dibantah keras oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang menyebut tuduhan Rusia sebagai rekayasa dan propaganda, namun situasi tersebut tidak membuat Moskow melunak.
Sebaliknya, pemerintahan Presiden Vladimir Putin justru meningkatkan langkah-langkah pengamanan dan pengetatan kontrol militer, termasuk dengan menempatkan rudal hipersonik Oreshnik di Belarus.
Baca juga: 10 Persen Lagi, Ukraina Optimis Menuju Kesepakatan Damai tapi Dihalangi Rusia
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi pertahanan dan pencegahan Rusia dalam menghadapi eskalasi konflik serta tekanan dari negara-negara Barat.
Para analis militer Barat menilai keberadaan sistem Oreshnik di Belarus yang berbatasan langsung dengan Ukraina dan berada dekat wilayah negara-negara anggota NATO secara signifikan memperpendek waktu tempuh senjata strategis Rusia menuju target di Eropa.
Penempatan tersebut dinilai memperkuat posisi tawar Moskow dalam peta kekuatan keamanan regional, sekaligus mengirim sinyal tegas kepada NATO bahwa Rusia tetap memiliki kemampuan serangan cepat dan daya gentar tinggi.
Mengingat Oreshnik berfungsi sebagai alat pencegah (deterrence) yang dirancang untuk menyerang cepat dan sulit dicegat.
Bahkan kecepatan rudalnya diklaim melebihi sepuluh kali kecepatan suara membuat sistem ini berpotensi menembus pertahanan udara lawan, sekaligus meningkatkan tekanan psikologis dan politik terhadap negara-negara Eropa.
Dengan demikian, pengerahan Oreshnik tidak hanya dimaknai sebagai respons atas ancaman keamanan, tetapi juga sebagai instrumen tekanan geopolitik di tengah ketegangan yang terus meningkat di Eropa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sistem-peluncur-bergerak-untuk-rudal-Oreshnik-milik-Rusia.jpg)