Rabu, 22 April 2026

Putin Janji Kirim Ahli Nuklir untuk Prabowo, Siap Bantu RI Percepat Bangun Energi Atom

Putin menawarkan ahli nuklir untuk membantu Indonesia bangun energi atom. Dukungan ini bisa jadi langkah besar RI menuju era baru energi bersih

YouTube Sekretariat Presiden
BERTEMU PUTIN - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Rabu, (10/12/2925). Putin menawarkan ahli nuklir untuk membantu Indonesia bangun energi atom. Dukungan ini bisa jadi langkah besar RI menuju era baru energi bersih dan teknologi maju. 
Ringkasan Berita:
  • Putin menawarkan pengiriman ahli nuklir untuk membantu Indonesia mempercepat pembangunan energi atom, termasuk PLTN dan proyek nuklir damai.
  • Kerja sama ini dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia dalam transfer teknologi, pengembangan SDM, serta memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Rusia.
  • Prabowo menyampaikan terima kasih atas dukungan Rusia, sementara kerja sama nuklir masih dikaji pemerintah dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan regulasi.

TRIBUNNEWS.COM - Kerja sama Indonesia–Rusia memasuki babak baru setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapannya mengirim ahli nuklir untuk mendukung Indonesia mengembangkan energi atom.

Janji itu disampaikan Putin dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Moskow, Rabu (10/12/2025).

Dalam pernyataan yang dikutip media lokal TASS, Putin menegaskan bahwa Rusia melihat prospek besar untuk menjalin kerja sama jangka panjang di sektor energi, khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Ia menyebut Rusia siap membantu penuh jika Indonesia memutuskan melibatkan para spesialis nuklir dari Moskow.

“Kami memiliki prospek yang sangat baik di bidang energi, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Saya tahu rencana seperti itu ada di negara Anda, dan jika Anda menganggap memungkinkan melibatkan spesialis kami, kami selalu siap membantu,” kata Putin dalam pertemuan tersebut.

Tawaran ini, menunjukkan keseriusan Rusia dalam menjalin kerja sama jangka panjang yang melibatkan transfer teknologi, pembangunan infrastruktur nuklir, serta pelatihan sumber daya manusia asal Indonesia.

Putin juga menyinggung perkembangan hubungan kedua negara yang dinilainya semakin kuat, mulai dari kerjasama kemanusiaan, ekonomi, hingga meningkatnya mobilitas wisatawan Indonesia dan Rusia.

Ia menegaskan bahwa dukungan negaranya terhadap Indonesia bukan sekadar teknis, tetapi juga mencakup proyek nuklir untuk tujuan damai seperti kesehatan, pertanian, dan pelatihan tenaga ahli.

Keuntungan Bagi Rusia-Indonesia

Baca juga: Untuk Kedua Kalinya Presiden Rusia Menyatakan Siap Bantu Indonesia Kembangkan Energi Nuklir

Pemerintah Indonesia belum mengumumkan keputusan final terkait tawaran tersebut.

Jika terealisasi, kerja sama Indonesia–Rusia di sektor nuklir berpotensi menjadi salah satu proyek energi terbesar dekade ini, menandai babak baru kemitraan strategis kedua negara.

Bagi Rusia penawaran ini juga sejalan dengan kepentingan Rusia untuk memperluas pasar ekspor teknologi nuklir di tengah geopolitik global yang terus berubah terutama karena negara-negara Barat memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

Menjalin kerja sama nuklir sipil dengan negara seperti Indonesia memungkinkan Rusia mempertahankan dan memperluas posisi geopolitiknya di Asia.

Sementara bagi Indonesia, kehadiran ahli nuklir Rusia dapat mempercepat proses kajian dan pembangunan infrastruktur nuklir nasional.

Sehingga Indonesia dapat memperoleh transfer pengetahuan dan teknologi yang selama ini menjadi kendala utama dalam memulai proyek PLTN.

Proyek energi nuklir merupakan proyek bernilai ratusan triliun rupiah, yang tidak hanya menghadirkan lapangan kerja baru, tetapi juga membuka industri turunan seperti manufaktur komponen, teknologi keselamatan, hingga riset radiologi.

Kesempatan peningkatan kualitas SDM Indonesia juga menjadi nilai tambah, karena program pelatihan dan pendidikan teknis dapat menghasilkan tenaga ahli nasional di bidang nuklir yang hingga kini masih terbatas.

Meski demikian, pemerintah tetap harus mengutamakan aspek keselamatan, lingkungan, dan regulasi sebelum proyek ini diambil sebagai keputusan final.

Prabowo Ucap Terima Kasih

Lebih lanjut usai dijamu dengan baik oleh pemerintahan Putin di Istana Kremlin, Moskwa, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengucap terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Prabowo menyatakan dirinya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Putin karena hubungan Indonesia dan Rusia dalam kondisi yang sangat baik.

Dia juga berterima kasih karena Putin bersedia meluangkan waktu bertemu di tengah kesibukannya.

Adapun pertemuan ini menjadi yang kedua antara Prabowo dan Putin tahun ini, setelah sebelumnya keduanya bertemu pada Juni untuk membahas peluang investasi serta penguatan sektor pertahanan dan energi.

Kunjungan terbaru Prabowo ke Moskow disebut sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi alternatif di tengah kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat.

(Tribunnews.com / Namira)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved