Konflik Palestina Vs Israel
AS Desak Israel Bertanggung Jawab, Diminta Bersihkan Puing Gaza Usai Dua Tahun Digempur
AS desak Israel bersihkan 68 juta ton puing Gaza, namun dana yang dibutuhkan tembus 1 miliar dolar membuat pejabat menolak ikut menanggung beban biaya
Ringkasan Berita:
- AS mendesak Israel bertanggung jawab membersihkan 68 juta ton puing di Gaza agar rekonstruksi bisa dimulai dan bantuan kemanusiaan tidak terhambat.
- Israel setuju memulai proyek percontohan di Rafah, wilayah yang dinilai paling stabil untuk tahap awal pembersihan setelah dua tahun operasi militer.
- Biaya pembersihan diperkirakan tembus US$1 miliar, sementara negara Arab dan mitra internasional menolak ikut mendanai karena menilai tanggung jawab utama berada pada Israel.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat mendesak Israel untuk mengambil tanggung jawab penuh atas pembersihan puing-puing besar yang menutupi Jalur Gaza setelah lebih dari dua tahun operasi militer intensif.
Permintaan tersebut pertama kali diungkapkan oleh harian Israel Yediot Ahronoth, pada Jumat (12/12/2025)
Dalam laporan Ahronoth, disebutkan bahwa AS mendesak Israel untuk mengambil tanggung jawab penuh dalam membersihkan puing-puing masif yang ditimbulkan baik dari serangan udara maupun aktivitas militer darat seperti penggunaan buldoser lapis baja.
Permintaan ini diajukan AS lantaran penumpukan puing-puing di Gaza mencapai sekitar 68 juta ton, setara 186 kali berat Gedung Empire State.
Tanpa pembersihan menyeluruh, upaya rekonstruksi tidak mungkin dimulai, penumpukan ini dikhawatirkan dapat menghambat distribusi bantuan kemanusiaan dan mencegah pembangunan kembali infrastruktur dasar di Gaza.
Karena selama puing tidak disingkirkan, pembangunan ulang infrastruktur dasar seperti air, listrik, rumah sakit, sekolah mustahil dilakukan, dan konflik berpotensi memicu ketegangan baru.
Melalui desakan ini, AS berharap pemulihan di Gaza dapat dimulai, dan beban finansial maupun politis tidak sepenuhnya dialihkan ke komunitas internasional.
Desakan ini juga menandai meningkatnya tekanan Washington agar Israel menunjukkan langkah konkret di tengah tekanan global atas dampak perang yang berkepanjangan.
Israel Setujui Usulan Pembersihan Puing
Merespon permintaan terbaru Trump, Israel dikabarkan telah menyetujui tahap awal proyek percontohan untuk membersihkan puing-puing di wilayah Rafah.
Baca juga: Trump Berencana Tunjuk Jenderal Bintang 2 AS untuk Pimpin Pasukan Keamanan Gaza
Israel memilih Rafah sebagai lokasi proyek percontohan pembersihan puing bukan tanpa alasan.
Rafah dinilai sebagai wilayah yang paling memungkinkan untuk memulai operasi tahap pertama karena kondisi lapangan yang relatif lebih mudah dikendalikan setelah operasi militer besar-besaran selama dua tahun terakhir.
Rafah, yang berada di perbatasan Mesir, menjadi salah satu area dengan konsentrasi pengungsi terbesar setelah warga dari Gaza utara dan Gaza tengah melarikan diri dari pertempuran.
Meski padat, wilayah ini dianggap lebih stabil secara militer dibanding daerah lain yang masih menyisakan kontak senjata atau potensi serangan mendadak.
Situasi ini membuat pengerahan alat berat dan tim pembersihan lebih mungkin dilakukan secara aman.
Biaya Tembus 1 Miliar Dolar
Namun, langkah ini dinilai belum cukup oleh banyak pihak. Para pengamat menilai bahwa pembersihan di Rafah hanyalah permulaan dari proses panjang yang diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/warga-Palestina-terlihat-di-antara-puing-puing-di-GAZA222.jpg)