Selasa, 19 Mei 2026

Penembakan Massal di Australia

Trump Soroti Aksi Heroik Ahmed, Warga Sipil yang Lucuti Senjata Penembak Bondi

Trump puji aksi heroik Ahmed al Ahmed yang nekat melucuti senjata penembak di Bondi. Meski tertembak dua kali, keberaniannya selamatkan banyak nyawa

Tayang: | Diperbarui:
Tangkap Layar Truth Social/@realDonaldTrump
DONALD TRUMP ISRAEL - Tangkap Layar Truth Social/@realDonaldTrump. Trump puji aksi heroik Ahmed al Ahmed yang nekat melucuti senjata penembak di Bondi. Meski tertembak dua kali, keberaniannya selamatkan banyak nyawa. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump memuji Ahmed al Ahmed (43) sebagai sosok sangat berani yang melucuti senjata penembak di Pantai Bondi, meski dirinya tertembak dua kali.
  • Penembakan massal di Pantai Bondi menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya, namun keberanian Ahmed yang tanpa pelatihan senjata berhasil mencegah korban bertambah.
  • Pujian mengalir dari pemimpin dunia, PM Australia, hingga publik internasional. Donasi crowdfunding untuk Ahmed tembus ratusan ribu dolar.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi penembakan massal bermotif kebencian yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia.

Dalam pernyataannya dari Gedung Putih, Trump juga secara khusus memuji seorang warga sipil bernama Ahmed al Ahmed (43).

Ia menyebut Ahmed al Ahmed sebagai sosok pemberani yang melucuti senjata pelaku, meski sempat ditembak dua kali dan kini menjalani pemulihan usai operasi.

“Di Australia, terjadi serangan mengerikan yang jelas merupakan serangan anti-Semit. Namun ada satu orang yang sangat, sangat berani, yang langsung menyerang penembak dan menyelamatkan banyak nyawa,” ujar Trump, dikutip dari Daily Mail.

Adapun insiden mencekam ini terjadi pukul 19.30 di Pantai Bondi, Sydney, salah satu kawasan populer di Australia, sebagaimana dikutip dari Global Times.

Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial dua pelaku, seorang ayah berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun, dilaporkan menembaki warga secara acak di area publik.

Tak lama setelah itu, seorang warga bernama Ahmed Al Ahmed (43) menyerang pelaku dari belakang, merebut senjata, demi  mencegah korban lebih banyak.

Setelah berhasil melucuti senjata pelaku, Ahmed tampak mengangkat kedua tangannya dan meletakkan senjata di dekat sebuah pohon untuk menunjukkan kepada aparat bahwa dirinya bukan bagian dari penyerang.

Imbas insiden ini 16 orang tewas, dimana 14 meninggal di lokasi dan dua lainnya di rumah sakit.

Sementara itu, 40 orang lainnya tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit New South Wales dan lima di antaranya dalam kondisi kritis. 

Sebagai bentuk penghormatan, Trump menyebut aksi Ahmed sebagai contoh keberanian luar biasa dari warga sipil di tengah ancaman teror.

“Rasa hormat setinggi-tingginya kepada pria yang melakukan itu,” kata Trump.

Baca juga: Miliarder AS Sumbang Rp1,6 Miliar untuk Ahmed, Aksinya Hentikan Penembak di Pantai Bondi Tuai Pujian

Selain tragedi di Australia, Trump juga menyinggung penembakan di Universitas Brown, Amerika Serikat, serta serangan ISIS di Suriah yang menewaskan personel militer AS.

Ia menyebut hari itu sebagai “hari yang sangat berat” dan menegaskan komitmen pemerintah AS untuk menindak tegas pelaku terorisme.

Pujian Hujani Ahmed

Tak hanya Trump, Perdana Menteri Anthony Albanese turut memuji tindakan warga Australia yang telah “berlari menuju bahaya demi menolong orang lain”.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved