Rabu, 20 Mei 2026

Kreator Muda ASEAN Didorong Angkat Budaya hingga Kewirausahaan Lewat Konten Digital

20 kreator muda ASEAN dapat dukungan mentorship, pendanaan, dan keterampilan digital untuk budaya, edukasi, kewirausahaan.

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Glery Lazuardi
freepik
MEDIA SOSIAL - 20 kreator muda ASEAN dapat dukungan mentorship, pendanaan, dan keterampilan digital untuk budaya, edukasi, kewirausahaan. 

Ringkasan Berita:
  • Program ASEAN LIVE Creators for Change 2025 menjadi wadah bagi 20 kreator muda Asia Tenggara untuk mengembangkan karya digital yang berdampak positif di bidang budaya, edukasi, dan kewirausahaan
  • Dukungan berupa mentorship, pendanaan, serta keterampilan teknis memperkuat kapasitas mereka dalam storytelling digital yang inklusif dan relevan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 20 kreator muda Asia Tenggara (ASEAN) mendapatkan dukungan berupa mentorship, pendanaan, serta keterampilan teknis untuk mengembangkan karya digital di bidang budaya, edukasi dan kewirausahaan.

Para kreator tersebut dipertemukan dalam program ASEAN LIVE Creators for Change 2025, sebuah wadah yang mendorong ide-ide kreatif agar dapat berkembang dan memberi dampak positif melalui platform digital.

Executive Director ASEAN Foundation Dr. Piti Srisangnam mengatakan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta untuk mendukung kreator muda yang menggunakan platform digital.

“Untuk mendorong pembelajaran, inklusivitas, dan apresiasi budaya di seluruh kawasan,” ujarnya dalam keterangan Senin (15/12/2025).

Sementara itu, Director of Public Policy for Southeast Asia TikTok, Chanida Klyphun mengatakan pihaknya tergerak melihat para kreator untuk menyebarkan pengetahuan, melestarikan budaya, dan menjaga bahasa daerah tetap hidup. 

“Kami ingin agar kreator mengembangkan sesuatu yang berdampak positif di berbagai bidang seperti edukasi, kewirausahaan, hingga budaya,” kata dia. 

Chanida menjelaskan, tujuan diselenggarakan kolaborasi ini tidak hanya mendorong pengaruh digital yang bertanggung jawab, tetapi memperkuat kemampuan generasi muda dalam menceritakan kisah mereka sendiri di ASEAN yang semakin terhubung. 

“Storytelling digital membuka jendela ke dunia sekaligus menyoroti kekayaan keragaman Asia Tenggara,” ujar Chanida. 

Para peserta juga memperoleh keterampilan praktis mulai dari pengaturan teknis, perencanaan konten yang konsisten, hingga memahami audiens secara lebih mendalam. 

“Pondasi ini memungkinkan mereka untuk melanjutkan misi masing-masing dengan lebih percaya diri dan menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi komunitas mereka,” ujarnya.

Baca juga: Konten Kreator Wardatina Mawa Curhat soal Suami Minta Izin Nikah Lagi, Nama Inara Rusli Terseret

3 Kreator Jadi Pemenang, 2 dari Indonesia

Sebagai informasi, sebanyak tiga kreator terpilih sebagai pemenang. 

Mereka di antaranya Jhonatan (@jhonatanyuditya_pratama), Leni (@lenirezi), dan Sir Pedot (@sirpedot). 

Mereka dinilai memiliki dampak yang kuat terhadap sosial melalui konten yang diproduksi, melalui cara pandang dan cerita yang mereka bawa. 

Berikut profil dari ketiga kreator terpilih tersebut:

1. Jhonatan Dari Borneo: Budaya Dayak dalam Sorotan Digital

Jhonatan asal Borneo menyalurkan semangat budaya Dayak melalui karya-karya digitalnya. Baginya, identitas Dayak bukan sekadar simbol seremonial, tetapi nilai hidup sehari-hari seperti rasa syukur, keseimbangan, dan kedekatan dengan alam.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved