Senin, 13 April 2026

Kaleidoskop 2025

Kaleidoskop 2025: 7 Perang dan Konflik Bersenjata Paling Mematikan di Dunia

Sepanjang 2025, dunia masih dilanda berbagai perang besar yang menimbulkan korban jiwa puluhan ribu, pengungsian massal, dan krisis kemanusiaan.

Penulis: Tiara Shelavie
Rizek Abdeljawad/Xinhua
PERANG 2025 - Asap mengepul dari bangunan tempat tinggal yang runtuh setelah serangan udara Israel di Kota Gaza, 5 September 2025. Sepanjang 2025, sejumlah perang dan konflik bersenjata masih berlangsung di berbagai wilayah dunia. 

Ringkasan Berita:
  • Sepanjang 2025, dunia masih dilanda berbagai perang besar yang menimbulkan korban jiwa puluhan ribu, pengungsian massal, dan krisis kemanusiaan. 
  • Konflik utama meliputi perang Israel–Hamas yang meluas ke Lebanon dan Iran, invasi Rusia ke Ukraina, serta krisis India–Pakistan, di samping bentrokan di Thailand–Kamboja, Afghanistan–Pakistan, dan DRC–Rwanda.
  • Upaya gencatan senjata dan perjanjian damai sempat dilakukan, namun sebagian besar konflik tetap berlanjut dengan ketegangan yang rapuh.

 

TRIBUNNEWS.COM – Sepanjang 2025, sejumlah perang dan konflik bersenjata masih berlangsung di berbagai wilayah dunia.

Konflik-konflik tersebut menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar, perpindahan penduduk secara massal, serta dampak kemanusiaan yang signifikan.

Berikut rangkuman tujuh perang dan konflik bersenjata paling mematikan yang terjadi sepanjang tahun.

1. Israel–Hamas dan Israel–Lebanon

Perang yang meletus pada Oktober 2023 antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza berkembang menjadi krisis regional.

Mengutip Al Jazeera, hingga saat ini, perang genosida Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 70.654 warga Palestina dan melukai 171.095 orang.

Sebanyak 1.139 orang tewas di Israel dalam serangan 7 Oktober 2023, sementara sekitar 200 orang ditawan.

Dampak kemanusiaan konflik ini sangat parah.

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa mengungsi, sementara rumah sakit dan jaringan bantuan hancur serta kelaparan meluas.

Pertempuran kemudian meluas ke wilayah utara hingga Lebanon.

Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran terhadap Hizbullah, menewaskan sekitar 2.000 orang di Lebanon dan memaksa lebih dari 1,2 juta warga mayoritas sipil mengungsi dari daerah perbatasan, dilansir Reuters.

Poros Perlawanan Iran juga terlibat aktif. 

Milisi Syiah yang didukung Iran di Suriah dan Irak secara sporadis menembakkan roket ke Israel sepanjang 2024.

Baca juga: ICC Tolak Permintaan Israel, Penyelidikan Kejahatan Perang Netanyahu di Gaza Tetap Berlanjut

Iran sendiri meluncurkan dua salvo rudal ke Israel pada April dan Oktober 2024 sebagai balasan atas serangan Israel sebelumnya.

Perang Gaza berubah menjadi konflik multi-front yang melibatkan Israel, Hamas, Hizbullah, dan Iran, dengan dukungan Amerika Serikat kepada Israel serta aliran bantuan material ke pihak Palestina.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved