Susul China, Trump Pasang Target 2028 untuk Misi Astronot AS ke Bulan
Trump pasang target 2028 kirim astronot AS ke Bulan demi kejar China, perkuat keamanan antariksa, dan dorong ekonomi luar angkasa
Pemerintah AS melihat potensi investasi besar dari sektor swasta jika fokus diarahkan ke Bulan lebih dulu, sementara Mars masih dianggap terlalu mahal dan belum menarik secara bisnis dalam waktu dekat.
Serangkaian alasan tersebut yang mendorong Amerika Serikat mengubah fokus dari Mars ke Bulan.
Perubahan Kepemimpinan NASA
Adapun perubahan haluan ini sejalan dengan pergeseran kepemimpinan di tubuh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjadi bagian penting dari arah baru kebijakan antariksa pemerintahan Presiden Donald Trump.
Dalam konteks perintah eksekutif “Memastikan Keunggulan Antariksa Amerika”, pergantian pimpinan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan program-program NASA selaras dengan prioritas nasional yang baru.
Sebelumnya, NASA dipimpin oleh Sean Duffy dalam kapasitas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Administrator.
Di bawah kepemimpinannya, NASA melanjutkan berbagai program warisan, termasuk persiapan misi kembali ke Bulan melalui program Artemis serta pengembangan teknologi pendukung seperti reaktor nuklir untuk penggunaan di luar angkasa.
Namun, per tanggal 18 Desember 2025 tongkat kepemimpinan NASA resmi beralih kepada Jared Isaacman, seorang pengusaha miliarder sekaligus astronot swasta.
Berbeda dengan pendahulunya, Isaacman ditunjuk sebagai Administrator penuh, bukan pelaksana tugas.
Penunjukan ini menandai pergeseran pendekatan pemerintah AS, dengan semakin mengedepankan peran sektor swasta dan inovasi komersial dalam eksplorasi antariksa.
Masuknya Isaacman dipandang sejalan dengan visi Trump yang ingin mempercepat eksplorasi Bulan, memperkuat ekonomi antariksa, dan meningkatkan daya saing AS terhadap negara pesaing seperti China.
Latar belakang Isaacman sebagai pelaku industri dan penerbangan antariksa komersial dinilai memberi perspektif baru dalam pengelolaan NASA, terutama dalam hal efisiensi, kolaborasi dengan perusahaan swasta, serta percepatan jadwal misi.
Dengan kepemimpinan baru, NASA diharapkan tidak hanya fokus pada pencapaian ilmiah, tetapi juga membantu Trump menempatkan energi nuklir sebagai elemen kunci dalam strategi antariksa AS.
(Tribunnews.com / Namira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-Desak-NATO-Setop-Beli-Minyak-Moskow.jpg)