Konflik Rusia Vs Ukraina
Malam Natal, Zelenskyy Berdoa Agar Putin Segera Binasa: Mimpikan Perdamaian
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memanjatkan doa berharap Presiden Rusia Vladimir Putin agar segera binasa.
Ringkasan Berita:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato Natal menyampaikan doa dan harapan rakyat Ukraina agar perang berakhir, dengan pernyataan keras yang diarahkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
- Di tengah perang yang berlanjut tanpa gencatan senjata saat Natal, serangan Rusia menewaskan dan melukai warga sipil
- Ukraina mengungkap rencana damai 20 poin dengan AS, namun Putin menolak kompromi soal wilayah dan menegaskan Rusia siap melanjutkan operasi militer.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memanjatkan doa berharap Presiden Rusia Vladimir Putin agar segera binasa.
Harapan tersebut ia sampaikan di hadapan rakyatnya saat berpidato dalam perayaan malam natal, dikutip Euronews, Jumat (26/12/2025).
Zelenskyy menegaskan, keinginan agar Putin binasa bukan hanya darinya, namun juga semua rakyatnya memiliki satu harapan sama.
Presiden Ukraina berumur 47 tahun itu dalam pidatonya meyakini saat perayaan Natal, langit terbuka.
"Sejak zaman dahulu, orang Ukraina percaya bahwa pada malam Natal, langit akan terbuka. Dan jika Anda menceritakan mimpi Anda kepada langit, mimpi itu pasti akan menjadi kenyataan."
"Hari ini, kita semua berbagi satu mimpi. Dan kita memanjatkan satu harapan–untuk kita semua," kata Zelenskyy.
"'Semoga dia binasa,' mungkin kita masing-masing berpikir dalam hati," kata pemimpin Ukraina itu, merujuk pada Putin tanpa menyebut namanya.
"Tetapi ketika kita berpaling kepada Tuhan, tentu saja, kita meminta sesuatu yang lebih besar," tambah Zelenskyy.
Baca juga: Kremlin Tolak Komentari 20 Poin Proposal Perdamaian yang Diungkapkan Zelenskyy
Terakhir, Zelenskyy menegaskan hingga detik ini, ia dan rakyatnya terus mewujudkan perdamaian.
Ukraina menginginkan setiap keluarga hidup harmonis dan setiap anak bergembira.
"Kami meminta perdamaian untuk Ukraina. Kami memperjuangkannya. Dan kami mendoakannya. Dan kami pantas mendapatkannya," tandas Zelenskyy.
Sementara itu, Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko telah membagikan pesan Natal yang menekankan bahwa jutaan warga Ukraina berharap "untuk kemenangan Ukraina dan berakhirnya perang ini".
“Kita berdoa bukan untuk kemudahan, tetapi untuk ketahanan. Bukan untuk belas kasihan dari penyerang, tetapi untuk keadilan dan kekuatan,” dikutip dari Al Jazeera.
Tidak Ada Gencatan Senjata saat Natal
Pada tanggal 25 Desember 2022, selama Natal pertama tidak ada genjatan senjata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Vladimir-Putin-dan-Zelensky-OK.jpg)