Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Intelijen Israel Akui Gagal Tembus Hamas Selama Lebih dari 20 Tahun, Kenapa Iran Bisa?

Ironisnya, isolasi Gaza - yang merupakan rekomendasi politik dan taktik keamanan - telah membuat Israel buta, tuli, dan lumpuh terhadap Hamas.

Tayang:
tangkap layar
GAGAL TEMBUS HAMAS - Warga Gaza menaiki tank Merkava Israel saat milisi perlawanan Palestina menggelar Operasi Banjir Al Aqsa pada 7 Oktober 2023 ke wilayah pendudukan Israel. Belakangan, Israel mengakui kalau kegagalan mereka masuk ke dalam jaringan Hamas menjadi satu di antara faktor kebutaan akan operasi ini. 

Intelijen Israel Akui Gagal Tembus Hamas Selama Lebih dari 20 Tahun, Kenapa Iran Bisa?

TRIBUNNEWS.COM - Surat kabar Israel, Yediot Aharonot mengungkapkan, badan intelijen Israel telah mengakui ketidakmampuan mereka untuk menembus jaringan kepemimpinan Gerakan Perlawanan Palestina (Hamas).

Laporan tersebut juga mencatat pengakuan kalau kegagalan masuk menyusup ke dalam jaringan Hamas berkontribusi pada tidak adanya peringatan sebelumnya terkait Operasi banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023.

Baca juga: Rincian Rencana Rahasia Israel untuk Caplok Separuh Gaza dan Secara Paksa Gusur Warga Palestina

Surat kabar itu dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Jumat (27/12/2025) mengatakan kalau lembaga keamanan Israel mengakui bahwa Dinas Keamanan Umum (Shin Bet), Unit 504, dan Dinas Intelijen Luar Negeri (Mossad) tidak memiliki agen terkemuka di jaringan kepemimpinan Hamas selama 20 tahun.

Artinya, intelijen Israel tidak mampu menepatkan agennya untuk menjadi "orang dalam" di dalam jaringan kelompok pembebasan Palestina tersebut selama bertahun-tahun.

Yedioth Ahronoth dalam laporannya menjelaskan, "Sejak penarikan diri dari Gaza, tidak ada agen penting yang ditanam di dalam kepemimpinan Hamas,".

Penarikan diri yang dimaksud tersebut merujuk pada "penarikan mundur" yang diterapkan Israel secara sepihak di Jalur Gaza pada tahun 2005, di mana Israel mengevakuasi permukiman dan kamp militer mereka yang berada di Jalur Gaza.

Surat kabar itu mencatat, assessment atau penilaian Shin Bet saat itu menunjukkan kalau Hamas tidak berniat untuk meningkatkan eskalasi.

Penilaian ini yang membuat Israel ke luar dari Gaza dengan rencana memblokade wilayah kantong Palestina itu secara total.

Belakangan, blokade penuh ini tak jua mampu membendung pergerakan perlawanan faksi-faksi Palestina.

"Ini mengungkapkan kegagalan dan kebutaan mendalam yang melanda Shin Bet, serta intelijen militer dan seluruh jajaran pemerintahan Israel terhadap gerakan perlawanan Palestina," tulis laporan tersebut. 

Kolase kejadian-kejadian saat serangan Banjir Al-Aqsa oleh milisi perlawanan Palestina, Hamas, ke perbatasan Gaza-Israel pada 7 Oktober 2023 silam.
Kolase kejadian-kejadian saat serangan Banjir Al-Aqsa oleh milisi perlawanan Palestina, Hamas, ke perbatasan Gaza-Israel pada 7 Oktober 2023 silam. (tangkap layar)

Mengapa Gagal di Gaza Tapi Sukses di Iran?

Pun, menurut surat kabar tersebut, pertanyaan yang lebih sulit adalah, "Bagaimana mungkin Israel, yang dapat merekrut agen di Iran, ribuan kilometer jauhnya, tidak memahami apa yang terjadi 100 kilometer di selatan Tel Aviv?"

Yedioth Ahronoth menyebutkan beberapa alasan yang mendasari kegagalan Israel untuk menembus kepemimpinan Hamas.

Satu di antaranya adalah justru karena taktik pengepungan total Gaza.

Isolasi Gaza akibat penarikan Israel dari Jalur Gaza pada tahun 2005 dan blokade yang diberlakukan di Jalur Gaza membuat wilayah Palestina itu sangat terasing.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved