WNI Pertama Perkenalkan Surabi di Jepang, Satukan Dua Budaya
Toko surabi ini berlokasi di kawasan strategis Kichijoji, Tokyo. Ukurannya sekitar 3 x 3 meter, dengan biaya sewa 300.000 yen per bulan
Menu yang ditawarkan pun dibuat sederhana dan fokus: surabi saja, dengan berbagai varian seperti keju, custard, matcha, choco banana, mix berry, serta minuman hangat khas Indonesia seperti bajigur , jus alpukat , kopi dan teh Jawa.
Harga surabi dibanderol sekitar 350 yen, menjadikannya camilan yang mudah dijangkau berbagai kalangan.
“Saat musim sakura, toko sangat ramai karena dekat taman Kichijoji. Musim panas banyak WNI datang, musim dingin pengunjung campuran Jepang dan Indonesia. Sekarang juga banyak turis Indonesia yang mampir,” ujarnya.
Toko ini disebut sebagai yang pertama dan satu-satunya di Jepang yang secara khusus menjual surabi tradisional Indonesia.
Fokus dan Rencana ke Depan
Mengapa tidak menambah menu lain? “Saya ingin tetap fokus pada surabi. Dari awal konsepnya memang spesialis, supaya nilai budayanya tetap kuat,” tegas Adi.
Untuk rencana ke depan, ia membuka kemungkinan ekspansi secara bertahap.
“Jika ada lokasi yang benar-benar cocok di pusat kota, kami ingin membuka satu toko lagi dengan konsep serupa. Tapi semuanya bertahap.” pungkasnya.
Diskusi restoran Indonesia di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SURABI22222222.jpg)