Senin, 8 Juni 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

AS Gempur Dermaga Narkoba Venezuela, Serangan Terpisah di Pasifik Tewaskan Dua Orang

Trump mengklaim AS menyerang dermaga narkoba di Venezuela, sementara operasi militer terpisah di Pasifik menewaskan dua orang.

Tayang:
Tangkapan layar media sosial
KONFLIK AS-VENEZUELA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pasukan AS telah menyerang sebuah dermaga di Venezuela yang menurutnya digunakan untuk memuat kapal-kapal penyelundup narkoba. Klaim tersebut muncul bersamaan dengan serangan militer AS lainnya di Samudra Pasifik bagian timur yang menewaskan sedikitnya dua orang. Foto tangkap layar X/@Southcom 

The Guardian melaporkan, Komando Selatan AS menyebut dua orang tewas dalam “serangan kinetik mematikan” tersebut.

Militer AS merilis video serangan itu.

Militer menyatakan kapal tersebut melintas di jalur perdagangan narkoba yang dikenal.

Pentagon mengatakan operasi tersebut dilakukan atas arahan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Pentagon juga memastikan tidak ada personel militer AS yang terluka.

Menurut data pemerintah AS, total serangan terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba telah mencapai 30 operasi sejak September.

Sedikitnya 107 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan tersebut.

Serangan-serangan ini menuai kritik luas dari kelompok hak asasi manusia dan pakar hukum.

Mereka menyebut operasi tersebut sebagai pembunuhan di luar proses hukum.

Serangan itu juga dinilai berpotensi melanggar hukum internasional.

Washington Post melaporkan, Trump telah berulang kali mengisyaratkan kemungkinan memperluas operasi militer AS ke daratan Venezuela.

Baca juga: Bloomberg: Kapal Tanker yang Disita AS di Dekat Venezuela Milik China

Pada Oktober lalu, Trump mengonfirmasi telah memberi wewenang kepada CIA untuk menjalankan operasi rahasia di negara tersebut.

Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles mengatakan Trump ingin terus meningkatkan tekanan militer.

Pernyataan itu disampaikan Susie Wiles dalam wawancara dengan Vanity Fair.

Ia menyebut tekanan akan terus dilakukan hingga pemerintahan Maduro menyerah.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved