Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
AS Gempur Dermaga Narkoba Venezuela, Serangan Terpisah di Pasifik Tewaskan Dua Orang
Trump mengklaim AS menyerang dermaga narkoba di Venezuela, sementara operasi militer terpisah di Pasifik menewaskan dua orang.
The Guardian melaporkan, Komando Selatan AS menyebut dua orang tewas dalam “serangan kinetik mematikan” tersebut.
Militer AS merilis video serangan itu.
Militer menyatakan kapal tersebut melintas di jalur perdagangan narkoba yang dikenal.
Pentagon mengatakan operasi tersebut dilakukan atas arahan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Pentagon juga memastikan tidak ada personel militer AS yang terluka.
Menurut data pemerintah AS, total serangan terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba telah mencapai 30 operasi sejak September.
Sedikitnya 107 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan tersebut.
Serangan-serangan ini menuai kritik luas dari kelompok hak asasi manusia dan pakar hukum.
Mereka menyebut operasi tersebut sebagai pembunuhan di luar proses hukum.
Serangan itu juga dinilai berpotensi melanggar hukum internasional.
Washington Post melaporkan, Trump telah berulang kali mengisyaratkan kemungkinan memperluas operasi militer AS ke daratan Venezuela.
Baca juga: Bloomberg: Kapal Tanker yang Disita AS di Dekat Venezuela Milik China
Pada Oktober lalu, Trump mengonfirmasi telah memberi wewenang kepada CIA untuk menjalankan operasi rahasia di negara tersebut.
Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles mengatakan Trump ingin terus meningkatkan tekanan militer.
Pernyataan itu disampaikan Susie Wiles dalam wawancara dengan Vanity Fair.
Ia menyebut tekanan akan terus dilakukan hingga pemerintahan Maduro menyerah.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/as-serangan-di-pasifik-vs-venezuela.jpg)