Kamis, 28 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Serangan Drone Ukraina Rusak Pelabuhan dan Pipa Gas Tuapse di Laut Hitam Rusia

Serangan drone Ukraina merusak pelabuhan dan pipa gas Tuapse di Laut Hitam Rusia, jalur vital ekspor energi Moskow.

Tayang:
Tangkap Layar Video The Guardian
DRONE UKRAINA. Serangan pesawat tak berawak Ukraina merusak infrastruktur pelabuhan serta jalur pipa gas di Tuapse, kota pelabuhan strategis Rusia di Laut Hitam, pada Selasa (30/12/2025) malam waktu setempat. Gambar merupakan tangkap layar dari The Guardian, Rabu (31/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Serangan pesawat tak berawak Ukraina merusak infrastruktur pelabuhan dan jalur pipa gas di Tuapse, kota pelabuhan strategis Rusia di Laut Hitam, Selasa (30/12/2025) malam.
  • Pemerintah daerah Krasnodar menyatakan tidak ada korban luka.
  • Kerusakan terjadi di area pelabuhan dan permukiman sekitar, termasuk dermaga.
  • Tuapse merupakan jalur ekspor utama minyak Rusia dan kerap menjadi target serangan drone sejak perang berlangsung.

 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan pesawat tak berawak Ukraina merusak infrastruktur pelabuhan serta jalur pipa gas di Tuapse, kota pelabuhan strategis Rusia di Laut Hitam, pada Selasa (30/12/2025) malam waktu setempat.

Pemerintah daerah Krasnodar menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Reuters melaporkan, administrasi regional menyebut kerusakan terjadi di area pemukiman sekitar pelabuhan, termasuk pada dermaga dan jalur pipa gas.

Tim penyelamat darurat segera dikerahkan untuk melakukan perbaikan dan pengamanan di lokasi terdampak.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Telegram, markas operasional wilayah Krasnodar mengatakan sejumlah fasilitas pelabuhan mengalami kerusakan struktural.

Namun, otoritas setempat tidak merinci sejauh mana dampak terhadap aktivitas pelabuhan.

Saluran berita Telegram SHOT, yang memiliki sumber di dinas keamanan Rusia, melaporkan terdengar beberapa ledakan di Tuapse pada Selasa (30/12/2025) malam.

Warga di salah satu distrik juga melaporkan munculnya kebakaran setelah serangan tersebut.

Sejumlah media Ukraina, termasuk RBC-Ukraine, membagikan foto dan video di Telegram yang menunjukkan kobaran api besar di kejauhan pada malam hari.

Gambar tersebut memperlihatkan siluet tiang komunikasi dengan cahaya api di latar belakang, meski keasliannya belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga Rabu (31/12/2025), tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Ukraina terkait serangan tersebut.

Baca juga: Rusia Meradang, Bersiap Gempur Ukraina Usai Kediaman Presiden Putin Dihujani Serangan Drone

Reuters menyatakan belum dapat memastikan tingkat kerusakan secara mandiri.

Tuapse merupakan salah satu jalur ekspor utama produk minyak Rusia di Laut Hitam.

Pelabuhan ini didukung oleh kilang minyak Tuapse milik Rosneft yang berorientasi ekspor.

Menurut Reuters, kilang tersebut memiliki kapasitas pemrosesan sekitar 240.000 barel per hari.

Produk yang dihasilkan meliputi nafta, bahan bakar minyak, dan diesel.

The Guardian melaporkan, pelabuhan dan kilang minyak Tuapse telah berulang kali menjadi sasaran serangan drone Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina hampir empat tahun lalu.

Serangan-serangan sebelumnya kerap memicu kebakaran dan gangguan operasional sementara.

Baca juga: Trump Marah Ukraina Serang Kediaman Putin, Zelensky: Mereka Kembali Berulah!

Media Singapura The Straits Times menyebut, Ukraina menargetkan fasilitas energi Rusia karena hasil ekspornya dinilai membantu membiayai perang atau memasok kebutuhan energi militer Moskow.

Serangan terbaru ini kembali menyoroti meningkatnya intensitas serangan lintas wilayah dalam konflik berkepanjangan tersebut.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved