Amerika Versus Venezuela
Rusia Kutuk Serangan AS ke Venezuela: Dalih Washington Tidak Dapat Diterima
Rusia kecam keras serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada Sabtu (3/1/2026).
Ringkasan Berita:
- Rusia mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada Sabtu (3/1/2026).
- Moskow mendesak Washington membebaskan Maduro dan istrinya.
- Kremlin menyebut operasi militer AS sebagai agresi bersenjata terhadap negara berdaulat, serta menyerukan dialog dan solidaritas dengan rakyat Venezuela.
TRIBUNNEWS.COM - Rusia mengecam serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2026).
Moskow juga menyerukan pembebasan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Maduro ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat di Caracas.
Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak Washington untuk membebaskan Maduro dan istrinya.
“Kami sangat mendesak kepemimpinan Amerika untuk membebaskan presiden terpilih secara sah dari negara berdaulat tersebut,” kata pernyataan resmi kementerian.
Rusia juga menyerukan dialog antara Amerika Serikat dan pemerintah Venezuela dan menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela.
Namun, Rusia tidak mengumumkan bantuan militer atau keuangan langsung kepada Caracas.
“Amerika Serikat telah melakukan tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela,” kata kementerian tersebut.
Rusia menyebut dalih Washington tidak dapat diterima dan didorong permusuhan ideologis.
Moskow merupakan salah satu sekutu terdekat Venezuela.
Rusia juga termasuk sedikit negara yang mengakui kemenangan Maduro dalam pemilu kontroversial 2024.
Baca juga: Aktor Leonardo DiCaprio Absen di Palm Springs Film Festival 2026 Buntut Geopolitik Venezuela
Pasukan AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Maduro ditangkap pasukan Amerika Serikat di Caracas pada Sabtu (3/1/2026) setelah diduga dikuntit sejak Agustus 2025.
Penangkapan dilakukan di kediamannya pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat oleh pasukan elite Delta Force Angkatan Darat AS, bersama istrinya, Cilia Flores.
Media elnacional melaporkan, operasi ini didukung oleh dugaan keterlibatan orang dalam pemerintahan Venezuela yang membantu memantau pergerakan dan aktivitas Maduro beserta keluarganya selama berbulan-bulan.
Operasi rahasia tersebut mendapat persetujuan langsung Presiden AS Donald Trump dan diberi kode Operation Absolute Resolve.
