10 Pemimpin Dunia yang Digulingkan AS Sepanjang Sejarah: Saddam Hussein hingga Muammar Gaddafi
Amerika Serikat tercatat berulang kali terlibat dalam penggulingan pemimpin dunia, dengan alasan keamanan, demokrasi, dan stabilitas regional.
Manuel Noriega, tokoh militer kuat Panama dan mantan aset intelijen AS, digulingkan setelah Presiden George W.H. Bush melancarkan Operasi Just Cause dengan menginvasi Panama pada Desember 1989.
Pasukan AS menangkap Noriega dan membawanya ke Amerika Serikat, tempat ia diadili dan dipenjara atas tuduhan perdagangan narkoba.
Setahun sebelumnya, pada 1988, Noriega telah didakwa oleh dewan juri federal di Miami dan Tampa, Florida, atas tuduhan pemerasan, penyelundupan narkoba, dan pencucian uang.
8. Saddam Hussein — Irak (2003)
Saddam Hussein memerintah Irak sebagai diktator selama hampir 25 tahun sebelum digulingkan dalam invasi yang dipimpin AS pada 2003.
Pada Desember tahun itu, koalisi yang terdiri dari AS, Inggris, Australia, dan Polandia (dikenal sebagai “koalisi sukarelawan”) menangkap Hussein dalam Operasi Fajar Merah.
Ia kemudian diadili oleh Pengadilan Khusus Irak dan dijatuhi hukuman mati atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
Hussein dieksekusi dengan cara digantung pada 2006.
9. Muammar Gaddafi — Libya (2011)
Koalisi internasional yang melibatkan beberapa negara, termasuk AS, mendukung penggulingan Muammar Gaddafi di Libya pada 20 Oktober 2011, di tengah gelombang pemberontakan Musim Semi Arab.
Gaddafi digulingkan akibat kombinasi kemarahan rakyat terhadap pemerintahan otoriternya, ketidakpuasan ekonomi, pengaruh Arab Spring, serta intervensi militer NATO yang mendukung pemberontak Libya.
Ia kemudian dibunuh oleh pemberontak di Sirte.
Meski pasukan darat AS tidak menduduki Libya, kekuatan udara dan intelijen AS berperan penting dalam runtuhnya rezim Gaddafi.
10. Nicolás Maduro — Venezuela (2026)
Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri atas arahan Presiden AS Donald Trump sebagai bagian dari “Operasi Absolute Resolve” pada 3 Januari 2026.
Politikus berusia 63 tahun itu memimpin Venezuela selama lebih dari satu dekade, periode ketika produk domestik bruto negara tersebut menyusut sekitar 80 persen dan terjadi eksodus penduduk dalam skala besar.
Maduro secara luas dianggap sebagai diktator dan pemimpin tidak sah karena diyakini mencurangi pemilihan presiden terakhir.
Setelah penangkapannya, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengelola Venezuela hingga transisi yang aman, tertib, dan bijaksana dapat dipastikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/INVASI-AMERIKA-Saddam-Hussein.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.