Dari Sekutu Menjadi Musuh, Arab Saudi dan UEA Kini Berkonflik di Yaman
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang dulu sekutu dalam perang Yaman, kini berkonflik karena mendukung kelompok berbeda.
Ringkasan Berita:
- Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang dulu sekutu dalam perang Yaman, kini berkonflik karena mendukung kelompok berbeda: Saudi mendukung pemerintah PLC, sementara UEA mendukung separatis STC.
- Ketegangan memuncak setelah serangan udara Saudi menghantam pengiriman UEA, memperlihatkan perpecahan visi jangka panjang kedua negara.
- Konflik berkepanjangan ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman, dengan ratusan ribu korban jiwa dan ekonomi hancur.
TRIBUNNEWS.COM – Satu dekade setelah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memimpin operasi militer gabungan untuk mengekang pengaruh Iran di Yaman, kedua sekutu itu kini justru terlibat dalam konfrontasi terbuka.
Dahulu menjadi sekutu erat, kedua negara kini mendukung kelompok-kelompok yang saling berseberangan di Yaman.
Apa yang Terjadi?
Mengutip NDTV, Arab Saudi dan UEA sebelumnya bersekutu, baik secara politik maupun militer.
Ketika Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mulai populer satu dekade lalu, ia kerap dibandingkan dengan penguasa de facto UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed.
Pada 2015, kedua negara juga bersama-sama memimpin intervensi militer di Yaman untuk mengekang pengaruh Iran dengan memerangi kelompok Houthi, yang kala itu telah merebut ibu kota Sana’a.
Kini, hubungan tersebut memburuk.
Kedua negara bersaing memperebutkan pengaruh di Timur Tengah, Afrika, dan kawasan sekitarnya.
Yaman menjadi titik konflik paling rawan.
Ketegangan kembali mencuat pekan ini ketika Arab Saudi menyerang pengiriman kendaraan tempur UEA yang menuju Yaman dan menuduh UEA melakukan tindakan sangat berbahaya yang mengancam keamanan nasional Saudi, lapor CNN.
Siapa yang Berperang dengan Siapa di Dalam Yaman?
Terdapat tiga pihak utama yang terlibat dalam konflik ini, yakni Houthi, Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC), dan Dewan Transisi Selatan (STC).
- Houthi
Sejak Houthi merebut ibu kota Yaman, Sana’a pada 2014, negara itu terpecah ke dalam zona-zona kendali yang saling bersaing, membuka ruang bagi campur tangan kekuatan regional.
Baca juga: Arab Saudi-UEA Panas di Yaman Seusai STC Rebut Hadramaut, Emir Qatar Turun Tangan Jadi Penengah
Houthi, yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, merupakan kelompok Islam Syiah yang berbasis di barat laut Yaman.
Setelah merebut ibu kota dengan dukungan publik, Houthi berkembang menjadi kekuatan militer dan politik terkuat di negara tersebut, dengan dukungan pasokan senjata berkelanjutan dari Iran.
Saat ini, mereka menguasai sebagian besar perbatasan barat laut Yaman dengan Arab Saudi serta bentangan penting garis pantai Laut Merah, yang memberi akses ke jalur pelayaran vital, lapor CNN.
- PLC
| Perayaan Rival Al Nassr Bikin Emosi Ronaldo dan Joao Felix, Petinggi Al Ahli Akhirnya Minta Maaf |
|
|---|
| Mantan AC Milan Korban Aturan FIFA, Rival Al Nassr Kena Getahnya untuk Liga Champions Asia Elite |
|
|---|
| Kontroversi Wasit Rugikan Cristiano Ronaldo, Al Nassr Harusnya dapat Penalti saat Dikalahkan Al Ahli |
|
|---|
| Rapor Minor Ronaldo di Laga Al Ahli vs Al Nassr, CR7 Anyep untuk Pertama Kalinya Sejak September |
|
|---|
| Hasil Klasemen Liga Arab Saudi: Ronaldo Cs Akhirnya Tersungkur, Al Nassr Rawan Lengser dari Puncak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tentara-Dewan-Transisi-Selatan-STC-meninggalkan-provinsi-Abyan-selatan-Yaman.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.