Amerika Versus Venezuela
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Perairan Timur: Pesan Keras ke AS yang Serang Venezuela
Korea Utara dan Venezuela memang telah memperkuat hubungan mereka selama beberapa dekade.
Korea Utara Tembakkan Rudal-Rudal Balistik ke Perairan Timur: Pesan Keras ke AS yang Serang Venezuela
Ringkasan Berita:
- Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik ke arah perairan timurnya.
- Manuver Korea Utara ini memicu peningkatan pengawasan oleh Korea Selatan, AS, dan Jepang.
- Peluncuran rudal-rudal balistik ini terjadi di tengah aksi militer AS di Venezuela.
TRIBUNNEWS.COM - Militer Korea Utara dilaporkan intelijen Korea Selatan, menembakkan sejumlah rudal balistik ke lepas pantai timurnya, Minggu (4/1/2026).
Peluncuran pertama rudal-rudal di tahun 2026 ini terjadi di tengah aksi militer Amerika Serikat (AS) terhadap sekutu sosialis Pyongyang, Venezuela.
Korea Utara dan Venezuela memang telah memperkuat hubungan mereka selama beberapa dekade.
Baca juga: Dari Baghdad ke Caracas: Kesamaan dan Kemiripan Blueprint Amerika Obok-obok Negara Orang
Venezuela membuka kedutaan pertamanya di Pyongyang pada tahun 2019 untuk memperkuat kerja sama melawan apa yang keduanya sebut sebagai "imperialisme Amerika Utara".
Korea Utara juga telah mempertahankan kedutaan besarnya di Caracas sejak 2014.
"Peluncuran rudal ini terjadi di tengah kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Tiongkok untuk sebuah pertemuan puncak," tulis laporan WN, dikutip Selasa (6/1/2026).
Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan, Jin Yong-sung dalam sebuah pernyataan mengatakan kalau mereka mendeteksi beberapa peluncuran rudal balistik dari wilayah ibu kota Korea Utara, Minggu, sekitar pukul 7:50 pagi.
Mereka mengatakan rudal-rudal tersebut ditembakkan ke arah perairan timur Korea Utara.
Namun, jenderal Korea Selatan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut seperti seberapa jauh rudal tersebut terbang.
"Kepala Staf Gabungan militer Korea Selatan mengatakan telah memperkuat postur pengawasannya dan secara erat bertukar informasi dengan AS dan Jepang tentang peluncuran rudal Korea Utara," tulis laporan tersebut.
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan juga mendeteksi dugaan peluncuran rudal oleh Korea Utara. Tidak ada laporan langsung tentang kerusakan apa pun.
AS Serang Venezuela
Peluncuran rudal Korea Utara ini terjadi tak lama setelah AS menyerang Venezuela.
Dalam operasi militer yang cepat, AS, pada Sabtu (3/1/2026), menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dalam apa yang mereka sebut sebagai perang melawan kartel narkoba dan gembong narkoba.
Pasukan AS membombardir Venezuela, menangkap Maduro dan istrinya Cilia Flores dari kamar tidur mereka dan membawa mereka ke New York.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kilatan-ledakan-yang-menerangi-langit-di-atas-ibu-kota-Venezuela-Caracas.jpg)