Sabtu, 25 April 2026

Dari Sekutu Menjadi Musuh, Arab Saudi dan UEA Kini Berkonflik di Yaman

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang dulu sekutu dalam perang Yaman, kini berkonflik karena mendukung kelompok berbeda.

Str/Xinhua
KONFLIK DI YAMAN - Tentara Dewan Transisi Selatan (STC) meninggalkan provinsi Abyan selatan, Yaman, pada 16 Desember 2020. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang dulu sekutu dalam perang Yaman, kini berkonflik karena mendukung kelompok berbeda. (Str/Xinhua) 

Para pengamat Yaman menilai eskalasi terbaru ini nyaris tak terelakkan.

Mereka menunjuk pada ambisi STC yang telah lama ada, yang semakin menguat seiring pengetatan kendali kelompok tersebut atas sebagian besar wilayah Yaman selatan.

Perkembangan Terbaru: Pasukan yang Didukung Arab Saudi Rebut Kembali Kendali atas Hadramout setelah Serangan Udara Berhari-hari

Mengutip Associated Press, pasukan yang didukung Arab Saudi di bawah Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC) menyebar di Mukalla, Hadramout, pada Minggu (4/1/2026), setelah berhasil merebut kembali kota pelabuhan tersebut yang sebelumnya dikuasai separatis selatan sejak bulan lalu.

Mukalla direbut kembali oleh PLC setelah serangan udara yang berlangsung selama beberapa hari.

Rekaman video yang diperoleh Associated Press memperlihatkan Pasukan Perisai Nasional yang didukung PLC disambut warga ketika melaju di jalan-jalan kota dengan kendaraan bersenjata.

Pasukan tersebut juga terlihat berpatroli di sekitar dan di luar Bandara Al-Rayyan, Mukalla.

Ahmed Samaan dan Bakr al-Ketheri, warga kota Al-Qatn dan Seiyun di Hadramout, mengatakan kepada AP bahwa Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Uni Emirat Arab telah mundur dari kamp-kamp militer di wilayah tersebut.

Ketegangan meningkat setelah STC bergerak ke Provinsi Hadramout dan Mahra pada bulan lalu dan merebut sejumlah wilayah kaya minyak.

Langkah itu memaksa pasukan yang berafiliasi dengan Pasukan Perisai Nasional untuk mundur.

Pada Sabtu, Rashad al-Alimi, ketua PLC, menyatakan melalui Facebook bahwa Pasukan Perisai Nasional telah mencapai keberhasilan dengan merebut kembali seluruh situs militer dan keamanan di Hadramout.

Sementara itu, Salem al-Khanbashi ditunjuk oleh pemerintah pada Jumat untuk menjabat sebagai gubernur Hadramout sekaligus memimpin pasukan yang didukung Arab Saudi di provinsi tersebut.

Pada hari yang sama, al-Alimi juga menghubungi Mohamed Ali Yasser, gubernur Mahra, guna menerima laporan terbaru terkait penyerahan kamp dan fasilitas kepada Pasukan Perisai Nasional serta otoritas lokal.

Namun, belum jelas apakah proses penyerahan tersebut telah sepenuhnya rampung.

Kelompok separatis selatan di Yaman menyatakan bahwa pesawat tempur Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara terhadap sebuah kamp militer di Mukalla pada Sabtu, serta di wilayah lain tempat pasukan mereka ditempatkan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Arab Saudi dilaporkan telah membombardir posisi STC dan menyerang apa yang disebut sebagai pengiriman senjata dari Uni Emirat Arab.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved