Kamis, 7 Mei 2026

Amerika Versus Venezuela

Presiden Kolombia Petro Perkuat Militer, Tak Ingin Berakhir Seperti Maduro

Petro perkuat militer Kolombia usai ancaman Trump, tegaskan strategi anti-narkotika sukses dan siap lindungi kedaulatan dari campur tangan asing.

Tayang:
Instagram @realdonaldtrump/Al Mayadeen
KOLOMBIA PERKUAT MILITER - Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Kolombia Gustavo Petro (kanan). Petro perkuat militer Kolombia usai ancaman Trump, tegaskan strategi anti-narkotika sukses dan siap lindungi kedaulatan dari campur tangan asing usai Trump menggelar operasi militer AS guna menangkap Maduro di Venezuela. 

Ringkasan Berita:
  • Menanggapi ancaman Donald Trump, Presiden Kolombia Gustavo Petro meningkatkan konsolidasi militer untuk mencegah nasib serupa Venezuela.
  • Petro menekankan keberhasilan pemerintahannya dalam menyita kokain terbesar dalam sejarah,menumpas kelompok bersenjata secara terukur dan berbasis hukum humaniter.
  • Langkah agresif Petro muncul setelah operasi militer AS menangkap Maduro di Venezuela, yang menuai kecaman internasional.

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di Amerika Latin, Presiden Kolombia Gustavo Petro mengambil langkah strategis dengan meningkatkan konsolidasi militer angkatan bersenjata.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya menuding Petro sebagai pemimpin yang “berbahaya” karena terlibat perdagangan dan distribusi narkotika ke Amerika.

Tak sampai disitu, dalam sejumlah pernyataan publik Trump memperingatkan bahwa Petro harus berus bersiap menghadapi pukulan keras dari pemerintah AS jika kepentingannya terganggu.

Ancaman ini yang mendorong Petro mengambil langkah strategis dengan meningkatkan konsolidasi militer angkatan bersenjata.

Dalam pernyataan di X, Petro memerintahkan seluruh pasukan keamanan Kolombia untuk bersatu membela negara, serta mendesak aparat yang tak setia mundur dari jabatan.

"Setiap prajurit Kolombia sekarang punya perintah: setiap komandan pasukan keamanan yang lebih menyukai bendera AS ketimbang Kolombia harus segera mundur dari institusi. Konstitusi Kolombia memerintahkan pasukan keamanan untuk membela kedaulatan rakyat," ujar Petro.

Petro menegaskan bahwa penguatan militer bukan sekadar simbol kekuatan, tetapi strategi untuk menjaga kedaulatan nasional dan mencegah Kolombia menghadapi nasib yang sama seperti Venezuela.

“Kami harus memastikan angkatan bersenjata berada di bawah kendali penuh pemerintah yang sah, siap mempertahankan rakyat dan negara dari ancaman internal maupun eksternal,” ujarnya.

Dengan konsolidasi militer ini, Kolombia siap mempertahankan perdamaian, keamanan regional, dan kontrol penuh atas wilayah strategis, sambil menegakkan hukum dan melindungi warganya dari ancaman internal maupun eksternal.

Petro Tegaskan Strategi Anti-Narkotika Terukur dan Efektif

Baca juga: Sumber Daya Alam di Greenland, Kawasan yang Dibicarakan setelah Trump Serang Venezuela

Lewat cuitannya Petro juga menekankan bahwa pemerintahannya memiliki strategi anti-narkotika yang matang dan telah membuahkan hasil signifikan.

Petro menyoroti keberhasilan negara dalam melakukan penyitaan kokain terbesar dalam sejarah Kolombia, serta meluncurkan program penggantian tanaman sukarela yang mencakup 30.000 hektar, sebagai upaya mengurangi budidaya koka secara berkelanjutan.

Operasi ini tidak hanya menegaskan kontrol negara atas wilayah strategis, tetapi juga berhasil menangkap dan menumpas para pemimpin kelompok bersenjata yang terlibat dalam perdagangan narkoba.

Langkah ini sekaligus menguatkan posisi Petro di tengah tekanan internasional, termasuk kritik yang dikaitkan dengan intervensi Amerika Serikat di kawasan.

Takut Senasib Dengan Maduro

Adapun sikap agresif ini muncul usai hanya berselang hampir sehari setelah operasi militer AS bertajuk Absolute Resolve menggempur Venezuela dan membawa Maduro serta istrinya, Cilia Flores, ke New York untuk menjalani proses hukum.

Penangkapan Maduro di kediamannya sendiri menandai eskalasi paling signifikan dalam hubungan AS–Venezuela selama dua dekade terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved