Rabu, 22 April 2026

Amerika Versus Venezuela

4 Negara Waspada Serangan Militer Trump, Presiden Kolombia Siap Angkat Senjata

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyatakan siap angkat senjata untuk menghadapi Trump.

https://www.whitehouse.gov/
ANCAMAN TRUMP - Foto ini diambil dari https://www.whitehouse.gov/ pada Minggu (14/9/2025). Presiden AS Donald Trump menebar ancaman setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Menanggapi ancaman itu, Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyatakan siap angkat senjata untuk menghadapi Trump. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump menebar ancaman setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
  • Trump mengatakan operasi militer terhadap Kolombia bisa saja dilakukan.
  • Ia juga menyebut Kuba sebagai negara yang gagal dan siap jatuh.

TRIBUNNEWS.com - Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pekan lalu, dianggap sebagai langkah pertama upaya militer Trump terhadap negara-negara Amerika Latin.

Baru-baru ini, Trump mengisyaratkan potensi serangan militer di sejumlah negara latin, seperti Kolombia, Kuba, dan Meksiko.

Ketiga negara itu termasuk dalam negara-negara yang mengecam tindakan serangan militer AS terhadap Venezuela.

Dikutip dari Axios, berikut ini negara-negara yang waspada soal serangan militer Trump:

1. Kolombia

Trump baru-baru ini mengatakan tindakan militer terhadap Kolombia bukan suatu hal yang mustahil.

Ia menyebut Presiden Kolombia, Gustavo Petro, sebagai pemimpin negara yang "memproduksi kokain dan mengirimkannya ke Amerika Serikat."

Baca juga: Sosok Pemimpin Oposisi Venezuela yang Puji Trump setelah Tangkap Maduro, Dedikasikan Nobel

"Kolombia sedang sakit parah, jadi dia (Petro) harus berhati-hati," kata Trump.

Trump juga tak menampik saat ditanya apakah ada kemungkinan AS melangsungkan operasi militer di Kolombia.

"Kedengarannya bagus," ucapnya singkat.

Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan tuduhan terhadap Petro, mengatakan Petro "adalah pembuat onar dan sebaiknya berhati-hati."

Trump juga mengaku AS telah mengetahui di mana pusat pabrik kokain di Kolombia.

"Kita tahu di mana letaknya (pabrik kokain), dia (Petro) sebaiknya segera menutupnya," tegas dia.

Terpisah, Petro menegaskan siap mengangkat senjata kembali untuk menghadapi ancaman dari Trump.

Petro, mantan gerilyawan yang sudah dilucuti senjatanya berdasarkan perjanjian damai pada 1989, menyatakan siap membela tanah airnya.

"Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi, tetapi demi tanah air saya akan mengangkat senjata lagi," cuitnya di X pada Senin (5/1/2026), menanggapi ancaman Trump, dilansir TRT World.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved