Kamis, 16 April 2026

Amerika Versus Venezuela

Rafael Correa: Amerika Culik Maduro, Bayangkan Respons Dunia Kalau Putin Tangkap Zelensky

Respons dunia internasional atas penculikan Presiden Venezuela oleh militer Amerika Serikat bisa menimbulkan preseden yang mengerikan

Tribunnews.com/HO/IST
MATA DITUTUP - Presiden Venezuela Nicolas Maduro di atas kapal USS Iwo Jima seperti yang diunggah oleh Presiden Donald Trump di Truth Social pada Sabtu (3/1/2026). Tampak mata Maduro ditutup dan tangannya diborgol, serta telinganya disumbat seusai ditangkap. 

Amerika Bisa Culik Maduro, Bayangkan Respons Dunia Kalau Putin Tangkap Zelensky

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Presiden Ekuador, Rafael Correa secara terang=terangan mengecam sikap hipokrit dunia internasional atas apa yang dipertontonkan Amerika Serikat dalam aksi militer mereka menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, manuver terang-terangan Washington telah menciptakan "preseden yang mengerikan" yang dapat menjerumuskan dunia kembali ke "barbarisme .

"Reaksi (sikap) dunia internasional yang munafik telah memungkinkan AS lolos dari tindakan yang "mustahil diterima di abad ke-21," menurut politisi tersebut dilansir media Rusia, RT, Selasa (6/1/2026).

Baca juga: Kombinasi Drone Canggih Plus Orang Dalam CIA, Cara AS Culik Presiden Venezuela

Seperti diketahui, pasukan khusus AS melakukan opersi yang dinamakan "Absolute Resolve" ke negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu dan menangkap Maduro dan istrinya dalam penyerbuan Sabtu dini hari. 

Maduro dan istrinya kemudian diterbangkan ke AS dan didakwa dengan perdagangan narkoba – tuduhan yang telah lama dibantah oleh Maduro.

Presiden Venezuela ini sebelumnya telah memperingatkan kalau Amerika berupaya melakukan perubahan rezim untuk menguasai sumber daya alam negaranya.

“Bayangkan sejenak jika… [Presiden Rusia Vladimir] Putin menangkap [Presiden Ukraina Vladimir] Zelensky,” kata Correa. 

“Bisakah Anda membayangkan bagaimana respons dunia? Tidak akan seperti respons yang diterima Amerika Serikat.”

Menurut mantan presiden tersebut, reaksi internasional terhadap penculikan itu sejauh ini hanya menunjukkan "kemunafikan global" dan standar ganda.

“Peristiwa luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini layak mendapatkan respons yang jauh lebih kuat dari komunitas internasional,” kata Correa.

Dia menambahkan kalau Washington telah menginjak-injak hukum internasional dan mengembalikan masa-masa ketika kekuatanlah yang menentukan kebenaran.

“Yang mereka katakan adalah, kalian harus melakukan apa yang saya perintahkan atau saya akan membom kalian lagi,” kata Correa.

“Ini sesuatu yang sangat berbahaya bagi seluruh planet, bukan hanya untuk Venezuela, bukan hanya untuk Amerika Latin,” tambahnya.

TIBA DI PENGADILAN - Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang diculik tiba di gedung pengadilan federal di New York pada hari Senin (5/1/2025). Maduro dipindahkan dari fasilitas penahanannya di bawah pengamanan ketat, menggunakan mobil lapis baja dengan tangan terborgol.
TIBA DI PENGADILAN - Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang diculik tiba di gedung pengadilan federal di New York pada hari Senin (5/1/2025). Maduro dipindahkan dari fasilitas penahanannya di bawah pengamanan ketat, menggunakan mobil lapis baja dengan tangan terborgol. (HO/IST/Tangkap Layar/RNTV)

BRICS Mengecam, Barat Kalem

Operasi AS tersebut telah dikecam keras oleh anggota BRICS, termasuk Rusia, China, Brasil, dan Iran.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved