Amerika Versus Venezuela
Terungkap Detik-detik Maduro Ditangkap AS: Dilempar Granat, Pengawal Dibunuh, Berdarah-darah
Kini kita mendapatkan lebih banyak detail tentang operasi yang menyebabkan Eks Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istri ditangkap AS.
Ringkasan Berita:
- Pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026).
- Penangkapan ini mengakhiri 12 tahun pemerintahan yang semakin otoriter oleh pemimpin sayap kiri tersebut.
- Maduro dan istrinya sama-sama mengajukan pembelaan tidak bersalah di pengadilan New York.
TRIBUNNEWS.COM - Terungkap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores ditangkap Delta Force Amerika Serikat (AS) saat mereka mencoba melarikan diri ke ruang aman, Sabtu (3/1/2026).
Hal itu menurut pernyataan seorang pejabat militer senior Venezuela dan sumber yang mengetahui pengarahan kongres di AS Senin (5/1/2026), seperti yang dilaporkan oleh CBS, mitra BBC di AS.
Saat penangkapan Maduro, pasukan operasi khusus AS melemparkan granat kejut ke area tempat Maduro dan Cilia Flores ditemukan.
Dan menurut kesaksian pada saat pasangan itu ditangkap, mereka sudah berdarah-darah.
Beberapa luka tersebut terlihat jelas kemarin ketika istri Maduro, Cilia Flores, muncul di pengadilan federal pada hari Senin, menurut seorang reporter BBC yang menyaksikan jalannya persidangan.
Flores mengenakan perban di dekat mata dan dahinya untuk menutupi luka yang menurut pengacaranya dideritanya selama penangkapan mereka.
"Dia (Maduro dan Istri) sampai di pintu (ruang aman). Dia tidak bisa menutupnya. Dia diserbu begitu cepat sehingga dia tidak sempat masuk ke (ruangan itu," ujar sumber dari Venezuela.
Paspampres Maduro Tewas
Sebagian besar tim Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Venezuela Nicolas Maduro tewas dibunuh pasukan Delta Force Amerika Serikat (AS).
Hal itu terjadi di hari serangan AS di sejumlah wilayah Venezuela Sabtu (3/1/2026).
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, menyatakan pada Minggu (4/1/2026) bahwa Paspampres Maduro tewas demi lindungi sang presiden.
Baca juga: 2 Keraguan soal Penangkapan Presiden Maduro oleh Pasukan AS, Mengapa Begitu Mudah Ditangkap?
Militer Venezuela pun telah mengatakan bahwa 24 perwira tewas selama operasi AS. Secara terpisah, Kuba telah mengkonfirmasi bahwa 32 tentaranya juga tewas.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Padrino mengatakan personel militer AS yang melakukan operasi tersebut dengan kejam membunuh sebagian besar tim keamanan (Maduro), tentara, dan warga sipil yang tidak bersalah.
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah korban, mengutip Anadolu Agency.
Padrino juga menegaskan bahwa Maduro merupakan pemimpin yang otentik dan sah di negara itu.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa aksi militer AS pada hari Sabtu mengakibatkan penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan berjanji untuk menegakkan kendali AS atas negara itu untuk sementara waktu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Nocilas-Maduro-Diborgol.jpg)