Update Ledakan Maut di Kampus HELP University Malaysia: 1 WNI Masih Dirawat Intensif
Satu di antara korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit adalah seorang Warga Negara Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Ledakan kompresor AC terjadi di lantai empat gedung HELP University, Kuala Lumpur, Senin (12/1/2026), menewaskan satu orang dan melukai sembilan lainnya.
- Korban tewas adalah mahasiswa UTAR berusia 24 tahun yang sedang menjalani pelatihan industri dalam pekerjaan pemeliharaan pendingin udara.
- Seorang WNI yang juga menjadi korban masih dirawat intensif, sementara kegiatan perkuliahan tatap muka dihentikan sementara dan dialihkan ke daring
TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa menggemparkan melanda kawasan gedung kampus Universitas HELP yang berlokasi di Bukit Damansara, Kuala Lumpur pada Senin (12/1/2026).
HELP University sendiri adalah salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Malaysia yang berfokus pada bidang psikologi, bisnis, dan ilmu sosial, dengan kampus utama yang terletak di wilayah Damansara Heights dan Subang Bestari.
Sekitar pukul 11.00 pagi waktu setempat, sebuah kompresor pendingin udara meledak di lantai empat gedung kampus tersebut
Ledakan tersebut, terjadi di area pemeliharaan pendingin udara yang terletak di dalam kafetaria lantai empat, tempat pekerjaan perawatan sedang dilakukan pada saat itu.
Akibat kejadian ini, satu orang tewas dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban jiwa yang tewas adalah seorang mahasiswa teknik mesin berusia 24 tahun dari Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), yang diidentifikasi sebagai Soo Yu Juan.
Dikutip dari Says, Soo Yu Juan diketahui sedang menjalani pelatihan industri dengan sebuah perusahaan pemeliharaan pendingin udara.
Soo Yu Juan pun tercatat sebagai anggota tim yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaan perbaikan pendingin udara di universitas tersebut.
Ia dijadwalkan menyelesaikan pelatihan industrinya pada tanggal 15 Januari.
Dekan Fakultas Teknik Elektro dan Elektronika UTAR, Profesor Chang Yoong Choon, mengatakan kepada Bernama bahwa mahasiswa tersebut pergi ke lokasi sebagai bagian dari tugas rutin yang terkait dengan pekerjaan pemeliharaan pendingin udara.
UTAR telah mengonfirmasi bahwa universitas menyediakan perlindungan asuransi bagi mahasiswa selama pelatihan industri, dan akan mengajukan klaim asuransi setelah dokumen-dokumen yang relevan diperoleh.
Chang mengatakan, ia secara pribadi mewakili universitas akan mengurus kasus hingga terselesaikan.
Baca juga: Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Harus Transit Malaysia Imbas Tiket Pesawat ke Aceh Mahal
Ia juga menyatakan, perusahaan tempat korban magang telah menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan, termasuk pengaturan pemakaman.
Ibu dan kakak laki-laki almarhum juga terlihat tiba di bagian forensik Rumah Sakit Kuala Lumpur pada hari Senin sore untuk mengatur prosesi pemakaman korban.
Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Datuk Fadil Marsus menyatakan bahwa ledakan tersebut diduga disebabkan oleh kebocoran gas dari kompresor mesin pendingin udara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/LEDAKAN-HELP-UNIVERSITY-Ledakan-yang-terjadi-di-HELP-University.jpg)