Banjir Bandang di Sumatera
Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Harus Transit Malaysia Imbas Tiket Pesawat ke Aceh Mahal
Kemenkes membutuhkan 700–800 relawan setiap dua minggu untuk memperkuat tenaga kesehatan di Aceh.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa mahalnya harga tiket pesawat menuju Aceh membuat relawan Kemenkes terpaksa diterbangkan melalui Malaysia sebelum masuk ke wilayah terdampak banjir dan longsor.
“Karena kita, yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia. Tiketnya bisa Rp 2 juta, Rp 3 juta,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).
Namun setibanya di Aceh, para relawan justru viral karena dikira berasal dari Malaysia. Budi mengakui dirinya merasa kurang nyaman dengan kesalahpahaman tersebut.
Baca juga: Viral Curhatan Tiket Pesawat ke Sumatera Mahal, Benarkah Lewat Malaysia Lebih Murah?
“Masuk tuh relawan Kemenkes tuh 400 dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini, keluar di IG, ‘alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang’. Jadi kan kita juga jadi enggak enak gitu disangkanya,” ujarnya.
Budi kemudian meminta dukungan agar relawan Kemenkes bisa mendapatkan harga tiket khusus, mengingat jumlah personel yang harus dikirim dan banyaknya perlengkapan yang mereka bawa.
“Jadi itu permintaan pertama kita, kalau bisa kita harganya jangan terlalu jauh dengan yang lewat Malaysia. Pak Gubernur pasti merasakan, orang-orang Aceh pasti tahu. Bahwa memang muter itu, dan lebih murahnya jauh,” jelasnya.
Menurut Budi, Kemenkes membutuhkan 700–800 relawan setiap dua minggu untuk memperkuat tenaga kesehatan di Aceh, terutama di pos pengungsian dan desa terpencil.
“Padahal kita butuh 700–800 kita kirim per 2 minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh, terutama di pos pengungsian dan desa terpencil,” tandasnya.
Siasat Maskapai
Sebelumnya, pemerintah turut menyoroti fenomena penerbangan rute Jakarta-Medan transit melalui Kuala Lumpur Malaysia, dengan harga yang lebih murah dibandingkan penerbangan langsung saat angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, skema transit tersebut merupakan strategi atau siasat bisnis yang dilakukan maskapai penerbangan, terutama saat tiket penerbangan langsung tidak tersedia atau harganya dinilai terlalu mahal.
"Kalau yang transit itu kan sebenarnya dia menyiasati. Karena tiket langsung tidak tersedia yang ada mungkin bisnis yang menurutnya adanya kemahalan," kata Menhub Dudy saat Media Briefing di Jakarta, dikutip Kamis (1/1/2026).
Menhub Dudy menyontohkan rute Jakarta–Medan yang dialihkan melalui Kuala Lumpur. Menurutnya, pada bulan Desember, termasuk periode Natal, tingkat lalu lintas penumpang di Kuala Lumpur tidak setinggi penerbangan langsung ke Medan.
"Kuala Lumpur pada Desember, Natal. Itu saya sih pasti yakin bahwa trafficnya tidak terlalu setinggi yang ke Medan," ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menkes-Budi-Gunadi-Sadikin-bicara-soal-penyakit-campak-usai-banjir-Sumatera.jpg)