Iran Vs Amerika Memanas
Rusia Kecam Campur Tangan dan Ancaman AS ke Iran, Ingatkan soal Konsekuensi Buruk
Rusia memberi kecaman setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan ancamannya terhadap Iran.
Dalam sebuah wawancara dengan CBS News pada Selasa, Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengambil "tindakan yang sangat keras" jika Iran menggantung para demonstran.
Laporan menunjukkan rezim Iran sedang bersiap untuk mengeksekusi setidaknya satu demonstran.
Pemerintah Iran dan IRGC telah menuduh para demonstran sebagai "teroris" dan mengatakan mereka yang terbukti bersalah akan dieksekusi.
Korban Tewas
Jumlah korban tewas akibat protes nasional di Iran telah melampaui 2.500 jiwa, kata para aktivis.
Sementara, warga Iran melakukan panggilan telepon ke luar negeri untuk pertama kalinya dalam beberapa hari pada hari Selasa setelah pihak berwenang memutus komunikasi selama penindakan terhadap para demonstran.
Jumlah korban tewas meningkat menjadi setidaknya 2.571 pada Rabu (14/1/2026) pagi, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS.
Angka tersebut jauh melampaui jumlah korban tewas dari aksi protes atau kerusuhan lainnya di Iran dalam beberapa dekade terakhir dan mengingatkan pada kekacauan yang terjadi selama Revolusi Islam tahun 1979 di negara itu.
Televisi pemerintah Iran memberikan pengakuan resmi pertama atas kematian tersebut, mengutip seorang pejabat yang mengatakan bahwa negara itu memiliki "banyak martir" dan bahwa mereka tidak merilis jumlah korban sebelumnya karena para korban tewas menderita luka-luka yang mengerikan.
Namun, pernyataan itu baru muncul setelah para aktivis melaporkan jumlah korban mereka.
Baca juga: Utusan Trump Diam-diam Bertemu Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi, Bahas Pemerintahan Transisi?
Demonstrasi dimulai sekitar dua minggu lalu sebagai bentuk kemarahan atas perekonomian Iran yang memburuk dan segera menargetkan rezim teokrasi, khususnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang berusia 86 tahun.
Gambar yang diperoleh Associated Press pada Selasa dari demonstrasi di Teheran menunjukkan grafiti dan nyanyian yang menyerukan kematian Khamenei — sesuatu yang dapat berujung pada hukuman mati.
Menurut saksi mata, petugas polisi anti huru hara mengenakan helm dan pelindung tubuh sambil membawa pentungan, perisai, senapan, dan peluncur gas air mata. Polisi berjaga di persimpangan utama.
Di dekatnya, saksi mata melihat anggota pasukan sukarelawan Basij Garda Revolusi, yang membawa senjata api dan pentungan.
Petugas keamanan berpakaian preman terlihat di ruang publik.
Baca juga: Trump Serukan Warga Iran Lanjutkan Demo, Janjikan Bantuan Segera Datang
Saksi mata menyebut, beberapa bank dan kantor pemerintahan dibakar selama kerusuhan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Demonstrasi-Iran-2.jpg)