Sejumlah WNI Dikabarkan Diculik di Perairan Gabon Afrika, Komisi I Minta Pemerintah Segera Bertindak
Komisi I DPR RI mendesak Kemlu segera ambil langkah cepat menyusul kabar penculikan empat WNI oleh kelompok bajak laut di Perairan Gabon, Afrika
Ringkasan Berita:
- Komisi I DPR RI mendesak Kemlu segera ambil langkah cepat menyusul kabar penculikan empat WNI oleh kelompok bajak laut di Perairan Gabon, Afrika Tengah.
- Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, menilai pemerintah tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi informasi sensitif yang menyangkut keselamatan warga negara di luar negeri.
- Dia meminta Kemlu segera memastikan kebenaran informasi tersebut dan menyiapkan langkah penanganan yang terukur.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi I DPR RI mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera mengambil langkah cepat menyusul kabar penculikan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bajak laut di Perairan Gabon, Afrika Tengah.
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, menilai pemerintah tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi informasi sensitif yang menyangkut keselamatan warga negara di luar negeri.
Dia meminta Kemlu segera memastikan kebenaran informasi tersebut dan menyiapkan langkah penanganan yang terukur.
“Keselamatan empat WNI harus menjadi prioritas utama. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, harus bergerak cepat dan tidak boleh lamban menghadapi situasi seperti ini,” kata politisi yang akrab disapa Daeng Ical, kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, jika laporan penculikan tersebut terbukti benar, maka Kemlu harus segera mengoordinasikan langkah-langkah strategis dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, baik di dalam negeri maupun dengan otoritas negara setempat.
“Jika informasi ini benar, maka Kemenlu harus segera melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan aparat keamanan dan pemerintah negara setempat, agar langkah yang diambil tepat dan efektif,” ucapnya.
Baca juga: KRONOLOGI 4 Pelaut WNI Jadi Korban Penculikan Bajak Laut Bersenjata di Gabon Afrika Tengah
Daeng Ical juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dalam menangani kasus pembajakan dan penculikan WNI di wilayah perairan internasional.
Dia menyinggung keberhasilan operasi penyelamatan kapal MV Sinar Kudus di Perairan Somalia pada 2011 sebagai contoh konkret.
“TNI memiliki pengalaman berharga dalam operasi penyelamatan WNI di luar negeri, seperti pada kasus MV Sinar Kudus. Pengalaman tersebut harus menjadi modal penting jika diperlukan langkah-langkah khusus demi menyelamatkan saudara-saudara kita,” katanya.
Dia berharap pemerintah bertindak cepat namun tetap terukur, mengutamakan keselamatan para korban, serta menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara transparan kepada publik dan keluarga WNI yang terdampak.
Sebagaimana diberitakan, empat WNI bersama sejumlah warga negara China dilaporkan diculik bajak laut dari sebuah kapal penangkap ikan diRT di Perairan Gabon.
Kapal ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, disebut diserang saat beroperasi sekitar 7 mil laut tenggara Equata, Teluk Guinea, pada Sabtu (10/1/2026).
KRONOLOGI
Penculikan terjadi pada Sabtu (10/1/2026) di perairan Ekwata, Gabon, yang termasuk wilayah Teluk Guinea.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Syamsu-Rizal-atau-akrab-disapa-Deng-Ical.jpg)