Minggu, 17 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Janji Reza Pahlavi jika Republik Islam Iran Runtuh, Singgung Israel

Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi mengumbar janji di media sosial jika nantinya Republik Islam Iran runtuh.

Tayang:
Tangkapan layar media sosial
PUTRA MAHKOTA IRAN - Foto yang diunggah Reza Pahlavi di akun X-nya, memperlihatkan ia saat hadir di acara National Press Club Newsmakers, 28 Januari 2025 di Washington, DC. Reza Pahlavi mengutarakan janjinya untuk masa depan Iran jika Republik Islam runtuh. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Putra Mahkota Iran, Pangeran Reza Pahlavi menyuarakan janjinya tentang masa depan Iran.

Reza Pahlavi merupakan pangeran di Iran yang sudah lama diasingkan sejak ayahnya, Shah Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan selama Revolusi Islam 1979, yang mengubah negara itu dari monarki menjadi Republik Islam.

Melalui media sosial X, Reza Pahlavi mengatakan akan menormalisasi hubungan dengan Amerika Serikat (AS) jika Republik Islam Iran runtuh.

Tak hanya itu, Pahlavi bahkan akan mengakhiri program nuklir Iran dan mengakui Israel.

Dalam pidatonya, Pahlavi mengatakan bahwa citra global Iran telah dibentuk oleh “terorisme, ekstremisme, dan kemiskinan” di bawah sistem saat ini.

Ia menambahkan bahwa Iran yang merdeka justru akan bertindak sebagai kekuatan penstabil di kawasan tersebut dan mitra global yang bertanggung jawab.

"Dalam hal keamanan dan kebijakan luar negeri, program militer nuklir Iran akan diakhiri. Dukungan untuk kelompok teroris akan segera dihentikan."

"Iran yang merdeka akan bekerja sama dengan mitra regional dan global untuk menghadapi terorisme, kejahatan terorganisasi, perdagangan narkoba, dan Islamisme ekstremis," kata Pahlavi, mengutip Iran International.

Mengenai perekonomian, ia mengatakan Iran akan membuka diri terhadap perdagangan, investasi, dan inovasi.

Dirinya menggambarkan negara tersebut sebagai salah satu pasar terbesar di dunia yang belum dimanfaatkan.

Ia menambahkan bahwa Iran di masa depan akan berupaya menjadi pemasok energi global yang andal dan mengadopsi standar internasional tentang transparansi dan tata kelola.

Baca juga: Saat AS Pindahkan Tentara dari Qatar, Trump: Iran Janji Pembunuhan Demonstran Berhenti

"Iran yang merdeka akan menjadi kekuatan untuk perdamaian. Untuk kemakmuran. Dan untuk kemitraan," tutup Pahlavi.

Lakukan Pertemuan Rahasia

Utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dilaporkan mengadakan pertemuan rahasia dengan Reza Pahlavi.

Menurut laporan Axios, pertemuan antara Witkoff dengan Reza Pahlavi terjadi selama akhir pekan lalu.

Dalam laporannya, Axios mengutip pernyataan pejabat senior AS yang menyatakan bahwa pertemuan tersebut untuk membahas demonstrasi yang tengah terjadi di Iran.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved