Jumat, 8 Mei 2026

Krisis Iran

Arti Samar Ucapan Trump Soal Iran Runtuh Diguncang Kerusuhan: Reza Pahlavi Naik Tahta? 

Trump mengindikasikan, pemerintahan negara itu dapat runtuh di bawah tekanan protes massal yang telah mengguncang selama 18 hari terakhir.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/WN
PERGANTIAN REZIM - Foto tangkap layar yang menunjukkan kolase Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump. Trump mengisyaratkan pergantian rezim di Iran. 

Arti Samar Trump Ucapan Soal Pergantian Rezim Iran yang Diguncang Kerusuhan, Reza Pahlavi Naik Lagi

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump mengisyaratkan bahwa kekuasaan ulama Syiah Iran dapat runtuh di bawah protes massal yang sedang berlangsung.
  • Meski begitu, Trump tetapi tidak sampai mendukung calon pengganti rezim Iran
  • Trump mengklaim pembunuhan terhadap demonstran telah berhenti dan tetap membuka kemungkinan aksi militer AS ke Iran.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Rabu (14/1/2026) memberikan penilaian samar tentang masa depan Iran yang tengah diguncang demonstrasi massal imbas krisis multidimensi yang menerpa negara Persia tersebut.

Trump mengindikasikan, pemerintahan negara itu dapat runtuh di bawah tekanan protes massal yang telah mengguncang negeri tersebut selama 18 hari terakhir.

Iran menanggapi demosntrasi itu lewat sejumlah aksi represif yang kabarnya -belum ada pernyataan resmi- sudah memakan korban ribuan jiwa baik pihak demonstran maupun aparat keamanan Iran.

Baca juga: Israel Naikkan Status Waspada ke Level Tertinggi Saat AS Dipastikan Bakal Serang Iran 

Trump lalu menyatakan, AS akan turun tangan, melakukan serangan ke Iran, jika aparat keamanan Iran masih terus membunuhi para demonstran.

Jika ancaman serangan AS ke Teheran benar terjadi, para analis meyakini kalau konflik akan mengarah ke pelengseran rezim, tentunya setelah melalui perang yang berisiko menyebar ke mana-mana di kawasan. 

Meski mengindikasikan keinginan pergantian rezim di Iran, namun, Trump tidak secara langsung mendukung tokoh oposisi mana pun di negara tersebut untuk menggantikan pemerintahan yang dipimpin Presiden Masoud Pezeshkian saat ini. 

Hal ini terjadi setelah Trump mengumumkan kalau dia telah diberitahu bahwa pasukan keamanan Iran telah berhenti membunuh para demonstran.

Ia juga mengatakan bahwa ia akan "mengamati dan melihat" sebelum memutuskan apakah intervensi militer AS masih diperlukan.

Iran Bisa 'Jatuh'

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Reuters di Ruang Oval, Trump mengatakan, kalau "mungkin" pemerintah di Teheran dapat runtuh di bawah tekanan kerusuhan selama berminggu-minggu yang telah mengguncang negara itu dan dilaporkan telah menyebabkan ribuan orang tewas dalam penindakan keras yang penuh kekerasan.

“Rezim mana pun bisa gagal,” kata Trump secara samar-samar, menambahkan, “Terlepas dari apakah rezim itu jatuh atau tidak, ini akan menjadi periode waktu yang menarik.”

Pernyataan-pernyataannya muncul di tengah demonstrasi di seluruh Iran yang telah berkembang menjadi tantangan paling serius terhadap kekuasaan ulama syiah sejak Revolusi Islam 1979. 

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan pasukan keamanan Iran telah menggunakan peluru tajam, penangkapan massal, dan pemadaman internet yang hampir total untuk menekan perbedaan pendapat.

Akankah Trump Mendukung Pangeran Iran yang Diasingkan?

Ketika ditanya tentang tokoh oposisi Iran, Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang berbasis di AS, Trump tampak menahan diri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved