Iran Vs Amerika Memanas
Trump Batalkan Serangan ke Iran setelah Dibujuk Negara-negara Arab dan Netanyahu
Presiden AS Donald Trump mengurungkan niatnya untuk menyerang Iran setelah mendapatkan bujukan banyak negara Arab.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah mengurungkan niatnya untuk melakukan serangan ke Iran.
- Batalnya serangan AS ke Iran ini setelah empat negara Arab, yakni Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Mesir melakukan lobi kepada Trump.
- Tak hanya keempat negara Arab tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun juga ikut membujuk Presiden AS agar tidak melakukan serangan ke Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mengurungkan niatnya untuk melakukan serangan ke Iran.
Keputusan yang diambil oleh Trump ini setelah negara-negara Arab membujuk Presiden AS itu.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump terus menebar ancaman akan menyerang Iran jika rezim itu tetap melakukan pembunuhan terhadap para demonstran.
Setelah itu, empat negara Arab, yakni Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Mesir melakukan lobi kepada Trump.
Para pemimpin negara tersebut meyakinkan Trump untuk menahan diri guna menghindari konflik terbuka yang dapat mengguncang stabilitas kawasan dan berdampak pada ekonomi global.
"Upaya diplomatik menit-menit terakhir dilakukan secara intens untuk meyakinkan Presiden Trump agar memberikan kesempatan bagi Iran untuk menunjukkan niat baiknya," ungkap seorang pejabat senior Arab Saudi yang enggan disebutkan namanya, mengutip The Times of Israel.
Tak hanya keempat negara Arab yang membujuk Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun juga ikut menahan Presiden AS agar tidak melakukan serangan terhadap Iran.
Netanyahu dikabarkan telah meminta Trump untuk menunda rencana serangan militer terhadap Iran.
Berdasarkan laporan The New York Times yang mengutip seorang pejabat senior AS, Netanyahu meminta Trump untuk "menunda rencana apa pun" terkait serangan militer.
Meski Gedung Putih mengonfirmasi adanya pembicaraan telepon antara kedua pemimpin tersebut pada Rabu (15/1/2026), rincian percakapan tersebut tidak dipublikasikan secara resmi.
Menyusul laporan tersebut, stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan Israel telah menginformasikan pihak AS saat ini mereka tidak mendesak adanya serangan, meskipun tetap akan mendukung keputusan apa pun yang diambil oleh Washington.
Baca juga: Pasukan Khusus Iran Siap Bertindak Tegas, Siaga Hadapi Serangan AS Kapan Saja
Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letjen Eyal Zamir, menegaskan militer Israel tetap dalam kondisi siaga tinggi.
"Sangat penting bagi setiap warga Israel untuk mengetahui bahwa IDF terus bersiap untuk membela negara," ujar Zamir.
Bakal Tetap Beri Sanksi Iran
Meskipun ketegangan militer mereda, Washington tidak mengendurkan tekanan ekonominya.
Pemerintahan Trump mengumumkan sanksi baru terhadap sejumlah pejabat keamanan Iran dan jaringan perbankan yang dituduh membantu mendanai tindakan represif terhadap warga sipil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUMPp-5646.jpg)