Kamis, 21 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Presiden Iran: Serangan Apa Pun terhadap Pemimpin Tertinggi Khamenei Akan Menjadi Deklarasi Perang

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
Instagram @drmasoudpezeshkian
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam sebuah unggahan di Instagram @drmasoudpezeshkian pada 22 September 2024. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang. 

Profesor Amir Parasta, seorang ahli bedah mata Iran-Jerman dan direktur medis Munich MED, mengatakan kepada The Sunday Times bahwa data tersebut dikumpulkan melalui komunikasi antar-dokter menggunakan terminal satelit Starlink yang diselundupkan setelah akses internet diputus pada 8 Januari.

“Kali ini mereka menggunakan senjata kelas militer,” kata Parasta, seraya menambahkan bahwa dokter menemukan banyak luka tembak dan cedera akibat pecahan peluru di kepala, leher, dan dada.

Ia menyebut, sedikitnya 700 hingga 1.000 orang kehilangan satu mata.

Data dari delapan rumah sakit mata besar dan 16 unit gawat darurat yang dikutip dalam laporan tersebut memperkirakan jumlah korban luka antara 330.000 hingga 360.000 orang.

Salah satu rumah sakit mata di Teheran, Klinik Noor, mendokumentasikan sekitar 7.000 kasus cedera mata, menurut laporan tersebut.

Seorang dokter mata yang dikutip The Sunday Times mengatakan, lonjakan cedera mata akibat peluru karet telah membebani kapasitas rumah sakit.

Saksi lain menyebut, lebih dari 800 operasi pengangkatan mata dilakukan hanya dalam satu malam di Teheran.

Sumber medis juga mengatakan sejumlah pasien meninggal akibat kekurangan pasokan darah.

Saksi mata yang diwawancarai The Sunday Times menggambarkan pasukan keamanan menembakkan peluru tajam ke arah demonstran, termasuk tembakan yang diarahkan ke kepala, serta mengerahkan penembak jitu di atap gedung.

Laporan tersebut, juga menyebut penggunaan senapan Kalashnikov dan senapan mesin yang dipasang di kendaraan.

Banyak demonstran yang terluka dilaporkan menghindari rumah sakit karena takut ditangkap.

Terlepas dari besarnya jumlah korban yang dilaporkan, skala penuh kekerasan masih belum sepenuhnya jelas karena pemadaman komunikasi yang terus berlangsung, kini memasuki hari ke-10, serta pembatasan terhadap peliputan independen.

Para aktivis hak asasi manusia dan tenaga medis yang dikutip dalam laporan tersebut memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi, karena banyak kematian dan cedera tidak tercatat.

Baca juga: Pengunjuk Rasa Iran Merasa Dikhianati Donald Trump, Bantuan Tak Datang

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved