Selasa, 2 Juni 2026

Ahmad Basarah Ungkap Peran Megawati di Zayed Award hingga Jadi Kunci Kemenangan NU & Muhammadiyah

Kehadiran Megawati dalam ajang Zayed Award sebagai bagian dari tokoh penting dalam menentukan penerima penghargaan bergengsi.

Tayang:
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
HO/IST/Dok. PDIP - Monang Sinaga
ZAYED AWARD - Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah saat menyambut ketibaan Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Bandara Al Bateen, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (1/2/2026) sore waktu setempat atau Minggu malam. 

Basarah menjelaskan nama penghargaan ini diambil untuk menghormati pendiri Uni Emirat Arab, almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, yang dikenal bekerja sama dengan semua kalangan tanpa memandang agama, jenis kelamin atau ras.

"Nilai-nilai penghargaan ini mencerminkan warisan kemanusiaan, moralitas, dan dedikasi Sheikh Zayed. Beliau dikenal bekerja sama dengan orang-orang dari semua latar belakang tanpa memandang agama, jenis kelamin, atau ras," terangnya.

Secara historis, penghargaan ini didirikan pada 4 Februari 2019, menandai pertemuan bersejarah di Abu Dhabi antara Imam Besar Al-Azhar, Profesor Ahmed Al-Tayeb, dan Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus.

Puncak dari pertemuan bersejarah tersebut adalah penandatanganan 'Dokumen tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama' (Document on Human Fraternity).

Basarah menjelaskan bahwa dokumen yang ditandatangani saat kunjungan kepausan pertama ke Semenanjung Arab ini menyerukan orang-orang di seluruh dunia untuk berkomitmen pada nilai-nilai perdamaian.

"Sejak 2021, penghargaan ini terbuka untuk nominasi global bagi siapa saja yang berupaya memperkuat hubungan antarmanusia, mengatasi perpecahan, dan membangun komunitas yang tangguh. Inilah semangat yang dibawa Ibu Megawati, dan inilah alasan mengapa NU dan Muhammadiyah dinilai sangat layak menerimanya pada tahun 2024 lalu," urai Basarah.

Adapun Megawati menghadiri rangkaian agenda ZAHF mulai dari menjadi pembicara utama di Majelis Persaudaraan Manusia dengan membawa topik seputar kepemimpinan perempuan. 

Pada forum ini Megawati berbicara bersama sejumlah pemimpin perempuan dunia, seperti Ibu Negara Libanon Nehmat Aoun, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia dan sejumlah tokoh lainnya.

Kemudian, hadir dalam Zayed Award 2026 Annual Ceremony, Guest Of Honour Gala Dinner, dan Zayed Award Roundtable Meeting.

Megawati juga dijadwalkan bertemu dan berdialog dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan sekaligus menjadi momen reuni keduanya sejak pertemuan terakhir pada 2025.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved