Misteri Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, Putra Muammar Gaddafi
Saif al-Islam Gaddafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi, tewas dalam serangan bersenjata di rumahnya di Zintan.
Ringkasan Berita:
- Saif al-Islam Gaddafi tewas dalam pembunuhan yang terjadi di rumahnya di Zintan, Libya, setelah empat orang bersenjata menyerbu rumahnya.
- Ia merupakan putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang digulingkan pada tahun 2011, mengakhiri kekuasannya selama 42 tahun.
- Penyebab serangan dan motif pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi masih diselidiki oleh pihak berwenang di Libya.
TRIBUNNEWS.COM - Saif al-Islam Gaddafi, putra paling terkemuka dari mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, tewas dalam pembunuhan di rumahnya di wilayah Zintan, sekitar 200 km barat daya Tripoli, ibu kota Libya.
Pengacara Saif al-Islam Gaddafi, Khaled al-Zaidi, dan penasihat politiknya, Abdulla Othman, mengumumkan kematian pria berusia 53 tahun itu dalam unggahan terpisah di Facebook pada hari Selasa (3/2/2026), tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pernyataan itu hanya menyebutkan bahwa Saif al-Islam Gaddafi tewas dalam bentrokan dengan empat orang bersenjata, yang sempat mematikan CCTV di rumah tersebut.
Saif al-Islam Gaddafi tidak pernah memegang jabatan resmi di Libya, tetapi dianggap sebagai orang nomor dua ayahnya dari tahun 2000 hingga 2011, ketika Muammar Gaddafi yang saat itu berusia 69 tahun dibunuh oleh pasukan oposisi Libya, mengakhiri kekuasaannya selama 42 tahun.
Pada tahun 2011, Saif al-Islam Gaddafi ditangkap dan dipenjara, menyusul pembunuhan ayahnya di negara yang terletak di Afrika Utara itu.
Dia dibebaskan pada tahun 2017 sebagai bagian dari pengampunan umum dan tinggal di Zintan sejak itu, dikutip dari BBC.
Kematiannya yang diumumkan pada hari Selasa masih menyimpan banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Di mana, kapan, dan bagaimana Saif al-Islam Gaddafi terbunuh?
Menurut data dan pernyataan yang beredar, Saif al-Islam Gaddafi dilaporkan tewas pada siang hari hari Selasa di kediamannya di Kota Zintan, sekitar 200 kilometer barat daya Tripoli.
Saat itu, ia diketahui tinggal di kota tersebut dan tengah menjadi salah satu kandidat Presiden Libya.
Baca juga: 10 Pemimpin Dunia yang Digulingkan AS Sepanjang Sejarah: Saddam Hussein hingga Muammar Gaddafi
Versi yang disampaikan tim politiknya menyebutkan bahwa empat pria bertopeng bersenjata menyerbu rumahnya, mematikan kamera pengawas, lalu terjadi konfrontasi langsung.
Kantor Jaksa Agung Libya kemudian menyatakan hasil pemeriksaan forensik menyimpulkan Saif al-Islam Gaddafi meninggal akibat tembakan, meskipun detail kronologi masih terus diselidiki, dikutip dari Al Jazeera.
Di manakah para pengawalnya saat dia dibunuh?
Informasi mengenai keberadaan pengawal Saif al-Islam Gaddafi masih saling bertentangan.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa para penyerang berhasil masuk ke rumah dan menembaknya sebelum pengawal sempat mencegah serangan tersebut.
Setelah penyerangan, para pelaku disebut keluar dari rumah dan terlibat bentrokan dengan pasukan pengawal, yang berasal dari Brigade Abu Bakr al-Siddiq.
Beberapa anggota brigade tersebut dilaporkan mengalami luka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/S4if-al-Islam-G4ddafi-34534534534.jpg)