Selasa, 2 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Buka Ekspor Senjata, Dirikan 10 Pusat Ekspor Teknologi Militer di Eropa

Ukraina akan membuka ekspor senjata buatan dalam negeri dan mendirikan 10 pusat ekspor di Eropa mulai 2026.

Tayang:
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Ukraina berencana membuka ekspor senjata produksi dalam negeri dan mendirikan 10 pusat ekspor di Eropa mulai 2026.
  • Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut drone dan teknologi militer Ukraina diminati karena telah teruji di medan perang.
  • Kebijakan ini diharapkan menghasilkan dana tambahan untuk memperkuat pertahanan Ukraina selama perang masih berlangsung.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ukraina berencana membuka kembali ekspor senjata produksi dalam negerinya dan mendirikan 10 pusat ekspor teknologi militer di sejumlah negara Eropa mulai 2026.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan kebijakan ini bertujuan memanfaatkan lonjakan kapasitas industri pertahanan yang berkembang pesat sejak invasi Rusia pada 2022, dikutip dari Reuters.

Zelenskyy menyatakan bahwa drone tempur dan sistem tanpa awak akan menjadi komoditas utama ekspor.

Ia menilai teknologi militer Ukraina, khususnya drone udara dan laut, telah terbukti efektif di medan perang dan kini menjadi kebutuhan strategis bagi keamanan Eropa.

Menurut Zelenskyy, Ukraina saat ini memiliki kemampuan produksi senjata yang jauh melampaui kebutuhan pembelian pemerintah.

Asosiasi industri pertahanan Ukraina memperkirakan terdapat ratusan hingga lebih dari 1.000 produsen senjata dan peralatan militer di negara itu, dengan sebagian besar merupakan perusahaan swasta yang berkembang pesat selama perang.

Namun, keterbatasan anggaran negara membuat pemerintah tidak mampu menyerap seluruh produksi industri pertahanan.

Karena itu, Kyiv menyiapkan mekanisme ekspor terkontrol agar kelebihan produksi dapat dijual ke mitra internasional, sementara hasilnya digunakan kembali untuk memperkuat pertahanan nasional.

Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa produksi drone Ukraina akan dimulai di Jerman pada Februari 2026.

Baca juga: Keinginan Zelensky untuk Bertemu Putin Dianggap Pencitraan Publik dan Menyesatkan Rakyat Ukraina

Selain itu, lini produksi serupa telah berjalan di Inggris melalui kerja sama dengan perusahaan lokal dan dukungan pemerintah setempat.

Beberapa negara Eropa lainnya disebut telah menyatakan minat untuk menjadi lokasi pusat ekspor dan produksi bersama.

Meski demikian, ekspor senjata Ukraina akan tetap dibatasi oleh regulasi ketat.

Pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama tetap pemenuhan kebutuhan militer dalam negeri selama perang dengan Rusia masih berlangsung.

Langkah ini menandai perubahan besar kebijakan Ukraina, setelah sebelumnya memberlakukan larangan ekspor senjata sejak diberlakukannya darurat militer.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved