Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy Siap Kompromi untuk Akhiri Perang, Jamin Putin Tak Dipenjara

Zelenskyy menawarkan kompromi untuk mengakhiri perang, salah satunya menyebut Putin dan teman-temannya bisa saja tidak dipenjara atas invasinya.

Editor: Nuryanti
Kantor Kepresidenan Ukraina
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKYY - Gambar ini diambil dari Kepresidenan Ukraina pada Selasa (3/6/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky berbicara dalam acara KTT Sembilan Negara Nordik dan Bukares pada Senin, 2 Juni 2025. -- Zelenskyy menawarkan kompromi untuk mengakhiri perang, salah satunya menyebut Putin dan teman-temannya bisa saja tidak dipenjara atas invasinya. 

Ia mengatakan delegasi Moskow akan dipimpin oleh ajudan presiden Rusia, Vladimir Medinsky, yang telah berpartisipasi dalam beberapa putaran pembicaraan.

Dmitry Peskov tidak memberikan rincian tentang agenda spesifik terkait Ukraina

Namun, ia mencatat Rusia berharap untuk terus membahas kerja sama ekonomi dengan AS, tetapi memperingatkan kesepakatan apa pun bergantung pada kemajuan menuju penyelesaian masalah Ukraina.

Putaran terakhir pembicaraan trilateral berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pekan lalu. 

Delegasi Rusia dipimpin oleh Laksamana Igor Kostyukov, kepala intelijen militer Rusia, dan termasuk pejabat pertahanan lainnya. 

Pihak AS diwakili oleh utusan Amerika Steve Witkoff dan Jared Kushner, sementara delegasi Ukraina dipimpin oleh kepala keamanan nasional Rustem Umerov.

Rusia bersikeras, syarat untuk mengakhir perang di antaranya memaksa Ukraina menarik pasukannya dari wilayah yang diduduki Moskow, salah satu syarat yang ditolak oleh Ukraina.

  • Jaminan Keamanan Ukraina Hampir Siap

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga mengatakan bahwa ia telah menerima informasi dari Amerika Serikat tentang kesediaan negara tersebut untuk meratifikasi jaminan keamanan di Kongres.

Ia menegaskan, draf perjanjian bilateral tersebut hampir rampung dan berpotensi menjadi yang pertama dalam sejarah Ukraina

Menurut Sybiha, kehadiran militer dengan dukungan Washington merupakan elemen kunci arsitektur keamanan baru di Eropa, seraya menekankan bahwa melemahkan kekuatan ekonomi dan militer Rusia menjadi tujuan strategis Kyiv.

"Elemen kunci kedua dari arsitektur keamanan adalah kehadiran militer dengan dukungan Amerika. Tanpa peran Amerika Serikat, sistem keamanan yang efektif di Eropa tidak mungkin terwujud," kata Andriy Sybiga, seperti diberitakan Suspilne.

Sebelumnya, Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan itu telah siap sepenuhnya dan diharapkan segera ditandatangani sebelum diratifikasi oleh Kongres AS dan parlemen Ukraina

Ia menilai jaminan tersebut penting untuk mengakhiri perang sekaligus mencegah konflik serupa di masa depan. 

Pada 11 Februari, Zelensky juga mengumumkan rencana pertemuan lanjutan antara delegasi Ukraina dan AS di Amerika Serikat guna membahas langkah konkret mengakhiri agresi Rusia.

  • Mantan Putra Mahkota Iran Bertemu Zelenskyy, Mengecam Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, bertemu Putra Mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi, di sela-sela Munich Security Conference di Jerman pada hari Jumat. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved