Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelenskyy Siap Kompromi untuk Akhiri Perang, Jamin Putin Tak Dipenjara
Zelenskyy menawarkan kompromi untuk mengakhiri perang, salah satunya menyebut Putin dan teman-temannya bisa saja tidak dipenjara atas invasinya.
Dalam pertemuan itu, keduanya mengecam kerja sama militer Rusia–Iran, khususnya pasokan drone “Shahed” dan transfer lisensi produksinya ke Moskow.
"Kami mengutuk kerja sama antara Rusia dan Iran, khususnya pasokan 'syahid' oleh rezim Iran ke Rusia dan pengalihan lisensi untuk produksi terkait. Kemitraan semacam itu menimbulkan ancaman nyata tidak hanya bagi Ukraina, tetapi juga bagi seluruh kawasan," tulis Zelenskyy di Telegram, Jumat.
Zelenskyy menilai kemitraan tersebut tidak hanya mengancam Ukraina, tetapi juga stabilitas kawasan yang lebih luas.
Ia juga menegaskan dukungan Ukraina terhadap rakyat Iran serta pentingnya pengetatan sanksi terhadap rezim Teheran dan pemerintahan otoriter lainnya.
"Saya berterima kasih kepada Pangeran Iran atas dukungannya terhadap integritas teritorial Ukraina. Penting untuk melakukan segala upaya untuk melindungi nyawa manusia. Ukraina siap membantu dari pihaknya," tambah Zelensky.
Situasi di Iran sendiri kembali menjadi sorotan setelah gelombang protes yang dipicu lonjakan harga dan krisis ekonomi, yang meluas menjadi perlawanan terhadap pemerintahan teokratis yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.
-
Dubes Rusia di Norwegia: Anggota NATO Berencana Blokade Angkatan Laut Moskow
Duta Besar Rusia untuk Oslo, Nikolai Korchunov, mengatakan negara-negara NATO sedang menyusun rencana untuk blokade angkatan laut sebagian atau seluruhnya terhadap Rusia.
Ia mengatakan rencana tersebut dapat menempatkan kawasan Baltik-Arktik dalam "kondisi seperti barak".
"Negara-negara Aliansi, termasuk Norwegia , benar-benar mengubah kawasan Baltik-Arktik menjadi negara 'barak', menempatkan 'penjaga' mereka di mana-mana ( operasi NATO 'Baltic Sentinel,' 'Eastern Sentinel,' 'Arctic Sentinel') dan membatasi kebebasan navigasi yang melanggar hukum internasional," katanya kepada RIA Novosti.
Ia menambahkan, negara-negara blok tersebut sedang menyusun rencana untuk blokade angkatan laut sebagian atau seluruhnya terhadap Rusia.
Pada bulan Agustus lalu, ajudan presiden dan Ketua Kolegium Maritim Rusia Nikolai Patrushev menyatakan bahwa Barat, setelah gagal mengalahkan Rusia di medan perang, memfokuskan upayanya pada perang ekonomi, terutama pada blokade pelayaran maritim.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Zelensky-5y293u53u39.jpg)