Jumat, 17 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Terima Kehadiran Pasukan TNI di Gaza Tapi dengan Syarat

Pejuang Hamas mengeluarkan sikap resmi terkait usulan internasional untuk mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza.

Penulis: Hasanudin Aco
Anews/File
HAMAS TERIMA KEHADIRAN TNI - Seorang petempur Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, dalam sebuah parade militer beberapa waktu lalu di Jalur Gaza. Hamas menerima kehadiran pasukan perdamaian internasional termasuk TNI di Gaza dengan syarat. /Foto.dok 

"Campur tangan apa pun terkait urusan internal Palestina akan memaksa kita untuk memandang pasukan ini sebagai pasukan pendudukan, bukan sebagai pasukan penjaga perdamaian," demikian Hamas.

Bagaimana Kesiapan TNI?

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menggodok rencana pengiriman pasukan ke Gaza.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan sampai saat ini belum ada keputusan politik negara mengenai tanggal keberangkatan pasukan TNI ke Gaza

Dia juga merujuk pernyataan pejabat Kementerian Pertahanan yang menyatakan rencana pengiriman prajurit ke Gaza masih dalam tahap persiapan dan menunggu keputusan Presiden RI.

"Di internal TNI sendiri, Rapat Penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia yang digelar 12 Februari 2026 di Markas Besar TNI baru sampai tahap menetapkan bahwa pasukan disiapkan dalam format brigade komposit berjumlah 8 ribu personel," kata Donny kepada Tribunnews.com,  Jumat (13/2/2026) pagi.

Ia menjelaskan pihak TNI juga telah menyusun timeline dalam rencana tersebut.

Rencananya pemeriksaan kesehatan dan penyiapan administrasi akan dilakukan hingga Februari 2026.

Kemudian, gelar kesiapan pasukan rencananya digelar pada akhir Februari.

Selanjutnya, sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026.

Kemudian seluruh elemen yakni 8 ribu personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026.

"Istilah siap berangkat bukan berarti sudah berangkat, melainkan benar-benar dalam kondisi siap diberangkatkan sewaktu-waktu," ungkap Donny.

"Namun, jadwal keberangkatan tetap sepenuhnya menunggu keputusan politik negara dan mekanisme internasional yang berlaku," pungkasnya.

Sumber: Alquds/Newsweek/Tribunnews.com

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved