Amerika Versus Venezuela
AS Sergap Tanker Venezuela! Rampas 2 Juta Barel Minyak di Tengah Samudra Hindia
Operasi laut AS memanas: tanker Venezuela bermuatan jutaan barel dicegat di Samudra Hindia, tekanan baru bagi jaringan “shadow fleet”.
Ringkasan Berita:
- Militer AS menyergap kapal Veronica III di Samudra Hindia yang membawa hampir 2 juta barel minyak Venezuela dan diduga melanggar sanksi energi.
- Operasi ini dilakukan untuk menegakkan kebijakan karantina tanker sejak Desember 2025 dan menekan jaringan “armada bayangan” yang digunakan Venezuela menghindari sanksi.
- Langkah AS bertujuan menekan pendapatan minyak Venezuela, sekaligus berpotensi memicu ketegangan geopolitik dan memengaruhi stabilitas pasar minyak dunia.
TRIBUNNEWS.COM – Perseteruan panas kembali terjadi setelah militer Amerika Serikat (AS) menghentikan sebuah kapal tanker yang diduga membawa minyak Venezuela di Samudra Hindia, Senin (16/2/2026).
Pentagon menyatakan operasi dilakukan sebagai bagian dari upaya menindak pengiriman minyak yang melanggar sanksi AS terhadap Venezuela.
Menurut Departemen Pertahanan AS, kapal bernama Veronica III berusaha menghindari kebijakan karantina kapal tanker yakni prosedur “right-of-visit, maritime interdiction, and boarding” yang diberlakukan pada Desember 2025.
Dimana dalam kebijakan tersebut kapal tanker yang diketahui mengangkut minyak mentah atau produk energi dari Venezuela, atau terlibat dalam jaringan pengirimannya, ditempatkan di bawah pengawasan ketat.
Kebijakan ini secara khusus menargetkan praktik pengiriman yang dikenal sebagai “armada bayangan” atau shadow fleet.
Bertujuan mengurangi pendapatan utama Venezuela dari sektor minyak sekaligus meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro.
Namun sejak keberangkatannya, kapal Veronica III terdeteksi “meloloskan diri” dari pengawasan.
Hingga pihak berwenang berhasil melacak pergerakan kapal Veronica I yang berlayar menuju Laut Karibia dan akhirnya dihentikan di kawasan operasi Komando Indo-Pasifik.
Tanker Veronica III Muat 2 Juta Barel Minyak
Mengutip laporan Data pelacakan kapal yang dikutip dari AP News, menunjukkan bahwa Veronica III meninggalkan Venezuela dengan membawa hampir 2 juta barel minyak mentah dan bahan bakar.
Kapal berbendera Panama itu pertama kali meninggalkan Venezuela pada 3 Januari 2026, bertepatan dengan meningkatnya tekanan militer dan politik AS terhadap pemerintahan Caracas.
Baca juga: Delcy Rodriguez Tegaskan Dirinya Pimpin Venezuela di Tengah Klaim AS Kendalikan Caracas
Sejak saat itu, pergerakan kapal dipantau karena diduga membawa minyak yang terkait dengan sektor energi Venezuela yang tengah dikenai sanksi.
Selain soal muatan, Veronica III juga disebut memiliki riwayat panjang dalam jaringan pengiriman minyak yang sensitif secara geopolitik
Tercatat sejak 2023 kapal tersebut pernah terlibat dalam pengangkutan minyak dari Venezuela, Iran, dan Rusia, negara-negara yang sebagian aktivitas energinya berada di bawah pembatasan internasional.
Kapal ini sendiri telah masuk daftar sanksi AS, termasuk karena keterkaitannya dengan jaringan pengiriman minyak yang diduga menggunakan metode penghindaran sanksi, seperti perubahan bendera atau rute pelayaran.
Otoritas maritim Panama juga sebelumnya mencabut pendaftaran kapal tersebut. Meski demikian, Pentagon belum memastikan status akhir Veronica III setelah operasi penghentian di laut.