Konflik Rusia Vs Ukraina
Imbalan Ikut Perang Rusia, Korea Utara Beri Rumah untuk Keluarga Tentara yang Tewas
Kim Jong Un memberikan hadiah apartemen untuk keluarga tentara Korea Utara yang tewas dalam membantu perang Rusia melawan Ukraina.
Ukraina secara bertahap membangun hubungan lebih erat dengan negara-negara Barat, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Langkah tersebut dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap posisi dan kepentingannya di kawasan.
Keinginan Ukraina untuk semakin dekat dengan NATO menjadi isu yang sangat sensitif bagi Moskow.
Ketegangan memuncak pada 2014 ketika demonstrasi besar yang dikenal sebagai Revolusi Maidan menjatuhkan pemerintahan yang dianggap pro-Rusia.
Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Krimea, sementara konflik bersenjata terjadi di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.
Upaya diplomasi internasional sempat dilakukan untuk meredakan situasi, namun tidak menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan.
Hingga akhirnya pada Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer skala penuh.
Rusia menyatakan tindakannya bertujuan melindungi warga di Donbas serta mencegah perluasan NATO di perbatasannya.
Serangan tersebut memicu kecaman luas dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
Sejumlah sanksi ekonomi dijatuhkan kepada Rusia, sementara Ukraina memperoleh dukungan militer dan bantuan keuangan dari negara-negara Barat.
Hingga kini, perang masih berlangsung dan berbagai upaya perundingan terus diupayakan untuk mencari jalan keluar dari perang tersebut.
Selengkapnya, berikut berita terbaru mengenai perang Rusia-Ukraina yang dirangkum dari berbagai sumber.
Kepala Kantor Presiden Ukraina Kyrylo Budanov mengumumkan delegasi Ukraina akan menuju Jenewa untuk putaran selanjutnya dari pembicaraan trilateral antara Ukraina, Amerika Serikat (AS), dan Rusia , yang dijadwalkan berlangsung pada 17-18 Februari 2026.
Ia mengunggah foto bersama dengan dua anggota lain dari tim negosiasi, yang susunannya disetujui oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 13 Februari, termasuk Wakil Kepala Direktorat Intelijen Utama Vadym Skibitsky dan Wakil Kepala OP Serhiy Kyslytsia.
Pada 14–15 Desember 2025 di Berlin, delegasi Ukraina yang dipimpin Volodymyr Zelensky menggelar pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai rencana perdamaian 20 poin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemimpin-Korea-Utara-Kim-Jong-Un-erwr353453452345323.jpg)