Konflik Rusia Vs Ukraina
Imbalan Ikut Perang Rusia, Korea Utara Beri Rumah untuk Keluarga Tentara yang Tewas
Kim Jong Un memberikan hadiah apartemen untuk keluarga tentara Korea Utara yang tewas dalam membantu perang Rusia melawan Ukraina.
Ia menerima surat dari Federasi Bobsleigh dan Skeleton Internasional yang menyatakan bahwa ia melanggar aturan karena menggunakan “helm memori” yang dianggap bertentangan dengan Piagam Olimpiade. IOC menegaskan bahwa diskualifikasi tersebut bukan karena isi pesannya, melainkan karena lokasi demonstrasi dilakukan di area kompetisi.
Geraskevych kemudian memberikan pernyataan kepada media dan berencana menggugat keputusan tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun pada 13 Februari, CAS menolak gugatannya dengan alasan kebebasan berekspresi tidak berlaku di tempat penyelenggaraan pertandingan. Meski demikian, Presiden Zelensky tetap menganugerahkan Geraskevych penghargaan Order of Freedom.
-
Serangan Drone Ukraina Sebabkan Kebakaran
Para pejabat Rusia mengatakan serangan drone Ukraina memicu kebakaran di salah satu pelabuhan Laut Hitam Rusia.
Dua orang terluka dalam serangan di pelabuhan Taman di wilayah Krasnodar, yang merusak tangki penyimpanan minyak, gudang, dan terminal, menurut gubernur regional Veniamin Kondratyev.
Sementara itu, puing-puing yang berjatuhan dari drone Rusia merusak infrastruktur sipil dan transportasi di wilayah Odesa Ukraina, kata para pejabat, mengganggu pasokan listrik dan air.
Serangan itu terjadi menjelang putaran pembicaraan lain yang dimediasi AS antara utusan dari Rusia dan Ukraina pada hari Selasa dan Rabu di Jenewa, beberapa hari sebelum peringatan keempat invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.
-
Ukraina dan Sekutu Eropa Sepakati Paket Bantuan Baru
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negaranya dan sekutu-sekutu Eropa menyepakati paket dukungan energi dan militer baru untuk Kyiv paling lambat 24 Februari 2026.
Sebelumnya, setelah pertemuan yang disebut Format Berlin yang dihadiri sekitar selusin pemimpin Eropa di Munich, Zelenskyy mengatakan ia berharap mendapatkan dukungan baru, termasuk rudal pertahanan udara.
"Saya berterima kasih kepada mitra kami atas kesediaan mereka untuk membantu, dan kami mengandalkan semua pengiriman tiba tepat waktu," kata Zelenskyy, Minggu (15/2/2026), menambahkan bahwa Rusia telah meluncurkan sekitar 1.300 drone serang, 1.200 bom udara berpemandu, dan puluhan rudal balistik ke Ukraina hanya dalam seminggu terakhir.
-
Pejabat Uni Eropa Kritik Rusia
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan Rusia berharap untuk memenangkan secara diplomatik apa yang gagal dicapai di medan perang.
Ia menyebut Rusia mengandalkan Amerika Serikat (AS) untuk memberikan konsesi di meja perundingan.
Namun, Kallas mengatakan kepada Konferensi Keamanan Munich di Jerman pada hari Minggu bahwa tuntutan utama Rusia – termasuk pencabutan sanksi dan pencairan aset – adalah keputusan bagi Eropa.
“Jika kita menginginkan perdamaian yang berkelanjutan, maka kita juga membutuhkan konsesi dari pihak Rusia,” katanya, dikutip dari The Guardian.
-
Tegas, Ukraina Ingin Mendapat Jaminan Keamanan
Berbicara di konferensi Munich, Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan masih ada pertanyaan yang belum terjawab mengenai jaminan keamanan masa depan bagi negaranya.
Ia juga mempertanyakan bagaimana konsep zona perdagangan bebas – yang diusulkan oleh AS – akan berfungsi di wilayah Donbas, yang menurut Rusia harus diserahkan Kyiv demi perdamaian.
Ia mengatakan kepada konferensi tersebut bahwa Amerika menginginkan perdamaian secepat mungkin dan tim AS ingin menandatangani semua perjanjian tentang Ukraina secara bersamaan, sedangkan Ukraina menginginkan jaminan keamanan masa depan negara itu ditandatangani terlebih dahulu.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemimpin-Korea-Utara-Kim-Jong-Un-erwr353453452345323.jpg)