Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Imbalan Ikut Perang Rusia, Korea Utara Beri Rumah untuk Keluarga Tentara yang Tewas

Kim Jong Un memberikan hadiah apartemen untuk keluarga tentara Korea Utara yang tewas dalam membantu perang Rusia melawan Ukraina.

Foto oleh Kristina Kormilitsyna/Rossiya Segodnya/Kremlin
PUTIN KUNJUNGI DPRK - Foto diambil dari publikasi Kantor Presiden Rusia pada Senin (23/6/2025), memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (tidak terlihat di foto) di Pyongyang pada 18 Juni 2024. - Kim Jong Un memberikan hadiah apartemen untuk keluarga tentara Korea Utara yang tewas dalam membantu perang Rusia melawan Ukraina. 

Ringkasan Berita:
  • Kim Jong Un memberikan hunian kepada keluarga tentara Korea Utara yang tewas dalam membantu perang Rusia.
  • Hunian tersebut berada di ibu kota Korea Utara, Pyongyang, dengan berbagai fasilitas.
  • Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.454 ketika delegasi Ukraina berangkat ke Jenewa untuk melanjutkan pembicaraan dengan Rusia, yang ditengahi Amerika Serikat.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.454 pada Senin (16/2/2026).

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un meresmikan pembukaan Jalan Saebyeol di Pyongyang, yang menjadi akses utama ke apartemen yang dibangun untuk keluarga tentaranya yang tewas dalam perang Rusia.

Korea Utara secara tidak langsung telah mengirim pasukan untuk membantu Rusia pada akhir Oktober 2024, menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA).

Kim Jong Un telah menyerahkan akta kepemilikan apartemen dan menasihati keluarga-keluarga tentara yang tewas untuk mengatasi kesedihan mereka secepat mungkin dan menikmati kehidupan di ibu kota.

Menurut siaran pers KCNA, jalan tersebut memiliki bangunan tempat tinggal bertingkat tinggi dan rendah, yang dirancang untuk memastikan kehidupan yang bahagia bagi keluarga para prajurit yang gugur.

"Jalan Saebyeol sebagai sebuah kehormatan bagi satu generasi dan sebuah kebanggaan bagi Pyongyang. Semoga kebahagiaan dan sukacita selalu menyertai keluarga-keluarga yang tinggal di sana," kata Kim Jong Un pada upacara penyerahan pada Minggu (15/2/2026).

Peresmian jalan tersebut meliputi upacara pemotongan pita, sorak sorai yang meriah, penghormatan seremonial, balon yang dihiasi bintang merah berkilauan, dan sebuah konser besar.

Baru-baru ini, intelijen Korea Selatan melaporkan bahwa sekitar 6.000 tentara Korea Utara telah tewas atau terluka saat bertempur di pihak Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Dalam publikasi resmi KCNA, pemerintah Korea Utara mengakui mengirim pasukan ke Rusia pada akhir Oktober 2024.

Pengakuan itu disampaikan melalui pernyataan media pemerintah Korea Utara, termasuk KCNA, yang menyebut pengerahan pasukan dilakukan berdasarkan perjanjian kerja sama militer antara kedua negara.

Sebelumnya, selama beberapa bulan, Pyongyang membantah atau tidak menanggapi laporan dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Ukraina mengenai dugaan pengiriman pasukan tersebut.

Baca juga: Utang Luar Negeri Rusia Rp 1.044 Triliun, Level Tertinggi dalam 20 Tahun Terakhir

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina meletus pada 24 Februari 2022 saat Rusia melancarkan serangan militer besar ke sejumlah wilayah Ukraina.

Konflik ini bukanlah kejadian mendadak, melainkan akumulasi dari ketegangan panjang yang dipicu persaingan politik, persoalan keamanan, dan perebutan pengaruh di kawasan Eropa Timur.

Permasalahan bermula sejak runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an.

Setelah merdeka, Ukraina dan Rusia mengambil arah kebijakan yang semakin berbeda.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved