Senin, 11 Mei 2026

Mantan Penasihat Benjamin Netanyahu dan Produser Film Anti-Iran Ditemukan Meninggal Dunia

Mantan penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Asher Hayon dan produsen film antiiran Dana Eden ditemukan meninggal dunia.

Tayang:
HO/IST
MENINGGAL DUNIA - Mantan penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Asher Hayon dan produsen film antiiran Dana Eden ditemukan meninggal dunia. 
Ringkasan Berita:
  • Mantan kepala staf sekaligus penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Asher Hayon, ditemukan meninggal dunia pada Senin, 16 Februari 2026.
  • Di hari yang sama, produser Israel sekaligus pencipta bersama drama pemenang Emmy Tehran, Dana Eden, juga ditemukan meninggal di Athena saat syuting musim keempat. 
  • Polisi Yunani menyebut bukti awal mengarah pada dugaan bunuh diri, meski penyelidikan penuh masih berlangsung.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan kepala staf dan penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Asher Hayon, ditemukan meninggal dunia, Senin (16/2/2026) waktu setempat.

Di hari yang sama, Dana Eden, produser Israel dan pencipta bersama drama pemenang Emmy Tehran, ditemukan meninggal karena dugaan bunuh diri pada 16 Februari 2026 di Athena saat syuting.

Kematian Dana Eden

Pejabat polisi Yunani, berbicara secara anonim sebagaimana lazim dalam kasus semacam itu, mengindikasikan bahwa bukti awal menunjukkan kematian Eden adalah bunuh diri, meski penyelidikan penuh masih berlangsung. 

Otopsi telah diperintahkan, dan pihak berwenang mulai mengumpulkan rekaman kamera keamanan serta kesaksian staf hotel untuk memperjelas keadaan seputar kepergiannya. Saudara laki-laki Eden, yang tidak dapat menghubunginya selama beberapa waktu, menemukan jasadnya—detail yang dikonfirmasi oleh Deadline dan The Hollywood Reporter.

Saat kabar kematiannya menyebar, spekulasi muncul secara daring tentang kemungkinan tindak kriminal, termasuk rumor keterlibatan agen Iran—sebuah teori yang dipicu oleh tema Tehran, yang berpusat pada agen Mossad Israel yang beroperasi secara rahasia di Iran

Rumor ini segera dan tegas dibantah oleh perusahaan produksi Eden, Donna and Shula Productions, yang mengeluarkan pernyataan.

"Perusahaan produksi ingin menegaskan bahwa rumor kematian kriminal atau bermotif nasional adalah salah dan tidak berdasar. Ini adalah momen penuh duka bagi keluarga, teman, dan kolega. Kami meminta martabat Dana dan privasi orang-orang terkasihnya dihormati.”

"Tehran" sendiri menjadi pencapaian besar bagi televisi Israel. Tayang perdana pada 2020, serial ini mengikuti Tamar Rabinyan, seorang agen Mossad muda yang ditugaskan meretas dan menonaktifkan reaktor nuklir Iran untuk memungkinkan serangan udara Israel

Oleh karena warga Israel dilarang bepergian ke Iran, Tehran difilmkan di Yunani, yang menyediakan latar untuk merekonstruksi atmosfer ibu kota Iran. Eden berada di Athena khusus untuk produksi musim keempat acara tersebut ketika tragedi terjadi. 

Menurut Reuters, polisi Yunani bersikap metodis dalam pendekatan mereka, menangani kasus dengan keseriusan penuh sambil menekankan tidak ada dugaan tindak kriminal pada tahap ini.

Asher Hayon

Asher Hayon, yang pensiun sejak beberapa tahun terakhir karena alasan kesehatan, meninggal dunia dalam usia 58 tahun.

Dalam keterangan kantor Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, menyebut Hayon sebagai pekerja dengan loyalitas yang tinggi.

Asher Hayon dikenal sebagai salah satu figur penting di biro politik pemerintahan Israel, khususnya dalam lingkaran dekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu

Karier Hayon dalam pelayanan publik dimulai setelah menyelesaikan dinas militernya di unit brigade paremedis di Israel, dan kemudian memasuki dunia administrasi pemerintahan. 

Ia pernah menjadi penasihat senior di berbagai kementerian, termasuk Kementerian Keuangan di bawah Netanyahu, serta pernah menjabat sebagai kepala staf di Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perumahan sebelum naik menjadi kepala staf di kantor Perdana Menteri. 

Posisi-posisi ini menunjukkan kepercayaannya dalam urusan organisasi, manajemen birokrasi, serta koordinasi lintas instansi pemerintah.

Sebagai kepala staf Perdana Menteri, Hayon memainkan peran signifikan dalam beberapa peristiwa penting dalam sejarah politik dan keamanan Israel. Ia ikut mengawasi respons pemerintah terhadap pandemi global COVID-19, termasuk koordinasi kebijakan keselamatan publik dan langkah-langkah ekonomi untuk melindungi warga Israel

Selain itu, ia turut berada di samping Netanyahu selama operasi militer dan kerja keamanan besar seperti Operasi Guardian of the Walls, usaha menetralkan terowongan Hizbullah, serta pembangunan infrastruktur keamanan di perbatasan Gaza.

Peran Hayon juga mencakup aspek diplomatik dan negosiasi yang lebih luas. Ia terlibat dalam konsolidasi hubungan luar negeri melalui Accords Abraham, yang membuka hubungan penuh antara Israel dan sejumlah negara Arab.

Ia juga terlibat dalam beberapa usaha untuk memfasilitasi pulangnya warga Israel, seperti pertukaran tahanan dan repatriasi jenazah warganegara. 

Penyebab kematian

Beberapa media Israel dan internasional menyatakan bahwa Asher Hayon meninggal secara mendadak karena henti jantung (cardiac arrest).

Kabar ini datang langsung melalui pernyataan resmi dan pemberitaan yang dilaporkan oleh media utama, tanpa merujuk kepada faktor eksternal lainnya.

Dalam liputan yang tersedia saat ini tidak ada satu pun laporan dari kantor berita besar, pernyataan pemerintah, maupun lembaga penegak hukum yang menyebut atau menyiratkan keterlibatan Iran atau negara lain di balik kematian Hayon. 

Semua detail yang disampaikan fokus pada kondisi kesehatan yang memburuk dan faktor medis internal tanpa ada unsur kriminal atau konspirasi asing.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved