Iran Vs Amerika Memanas
Siaga Perang, Iran Bangun 'Bunker' Rahasia! Situs Nuklir dan Pangkalan Militer Dibentengi Ketat
Citra satelit ungkap Iran bangun bunker dan perkuat situs nuklir serta pangkalan militer. Sinyal siaga di tengah ketegangan dengan AS.
Analisis dari lembaga Institute for Science and International Security (ISIS) juga mengindikasikan adanya konstruksi yang menyerupai ruang silinder besar di dalam fasilitas tersebut.
Struktur semacam itu dapat digunakan untuk pengujian bahan peledak berdaya tinggi, yang memiliki fungsi dalam pengembangan persenjataan, baik konvensional maupun yang berkaitan dengan teknologi nuklir.
2. Kompleks Nuklir Isfahan
Penguatan serupa juga terdeteksi di kompleks nuklir Isfahan, salah satu pusat penting dalam siklus bahan bakar nuklir Iran. Citra satelit pada akhir Januari hingga Februari menunjukkan Iran menimbun kembali seluruh pintu masuk terowongan bawah tanah dengan tanah.
Para analis meyakini langkah ini bertujuan meredam dampak serangan udara sekaligus mempersulit akses darat jika terjadi operasi militer untuk merebut atau menghancurkan material nuklir yang disimpan di dalamnya.
3. Kompleks Uranium Natanz
Di lokasi lain, dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz, aktivitas konstruksi juga terlihat di sekitar pintu masuk kompleks terowongan yang berada di bawah gunung.
Pergerakan kendaraan berat, truk semen, dan peralatan konstruksi menunjukkan adanya upaya memperkuat struktur pertahanan dan meningkatkan ketahanan fasilitas terhadap kemungkinan serangan.
Selain fasilitas nuklir, citra satelit juga memperlihatkan upaya pemulihan di sejumlah pangkalan rudal yang sebelumnya terdampak konflik.
4. Pangkalan Rudal Shiraz dan Qom
Di pangkalan rudal selatan Shiraz dan wilayah sekitar Qom, terlihat kegiatan pembersihan, rekonstruksi bangunan, serta pemasangan atap baru pada struktur yang rusak.
Meski demikian, beberapa analis menilai sebagian fasilitas tersebut belum sepenuhnya kembali ke kapasitas operasional seperti sebelum terkena serangan.
Rangkaian temuan dari citra satelit ini memberikan gambaran bahwa Iran tidak hanya melakukan perbaikan pasca konflik, tetapi juga meningkatkan perlindungan fisik terhadap aset-aset militernya.
Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan eskalasi, di saat Washington terus menekan Teheran dalam negosiasi nuklir dan tetap membuka opsi tindakan militer jika diplomasi gagal.
(Tribunnews.com / Namira)