Amerika Serikat Tunjuk Riley Barnes Jadi Utusan Tibet, Tiongkok Protes Keras
Langkah itu memicu kritik keras dari Tiongkok yang menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk campur tangan dalam urusan dalam negerinya.
Beijing membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kebijakannya di Tibet telah meningkatkan stabilitas dan mengakhiri sistem feodal lama.
Lebih dari 80 persen penduduk Tibet adalah etnis Tibet, sementara sisanya adalah etnis Han Tiongkok.
Sebagian besar orang Tibet juga beragama Buddha, dan meskipun konstitusi Tiongkok mengizinkan kebebasan beragama, Partai Komunis yang berkuasa berpegang teguh pada ateisme.
Pada hari Selasa, kepala Radio Free Asia yang berbasis di Washington juga mengumumkan bahwa lembaga berita yang didanai pemerintah AS tersebut telah melanjutkan siaran ke Tiongkok, setelah menghentikan operasi beritanya pada bulan Oktober karena pemotongan anggaran dari pemerintahan Trump.
Presiden dan CEO Radio Free Asia, Bay Fang, menulis di media sosial bahwa siaran ulang kepada pendengar di Tiongkok dalam bahasa "Mandarin, Tibet, dan Uighur" disebabkan "oleh kontrak swasta dengan layanan transmisi" dan pendanaan kongres yang disetujui oleh Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Riley-Barnes.jpg)